Dikepung Banjir, Jalur Pantura Cirebon Lumpuh dan Ujian Sekolah Terganggu

Banjir kepung Pantura Cirebon timur
Kemacetan terjadi di ruas jalan nasional Pantura Desa Rawaurip Kec. Pangenan akibat luapan air banjir yang menggenangi badan jalan. Ujian nasional SD di wilayah terdampak juga ikut terganggu, Selasa (19/5/2026). (foto insert: ruang kelas banjir)
0 Komentar

CIREBON — Hujan deras yang mengguyur kawasan hulu menyebabkan banjir besar mengepung wilayah Cirebon Timur, Provinsi Jawa Barat, sejak Selasa (19/5/2026) pagi. Luapan Sungai Ciberes yang membentang dari Desa Ciuyah di Kecamatan Waled hingga wilayah Kecamatan Gebang melumpuhkan aktivitas warga, memutus urat nadi transportasi nasional, hingga mengacaukan pelaksanaan ujian sekolah.

Bencana ini disinyalir merupakan banjir kiriman akibat tingginya intensitas hujan di wilayah Kabupaten Kuningan pada Senin (18/5/2026) malam. Sementara itu, kawasan Cirebon Timur sendiri sebenarnya tidak mengalami hujan yang intens sejak hari kemarin. Debit air yang datang secara mendadak membuat tanggul sungai tak mampu menahan derasnya arus, hingga meluap ke permukiman warga dan fasilitas publik.

Salah satu dampak terparah dilaporkan terjadi di Desa Rawaurip, Kecamatan Pangenan. Berdasarkan pantauan di lapangan, genangan air yang tinggi telah menutup ruas jalan nasional Pantai Utara (Pantura). Kondisi ini memicu kemacetan panjang yang mengular hingga beberapa kilometer. Tingginya permukaan air di jalur utama tersebut membuat kendaraan, khususnya sepeda motor, sama sekali tidak dapat melintas. Tidak hanya melumpuhkan arus lalu lintas, banjir ini juga memaksa proyek perbaikan jalan di area tersebut dihentikan total.

Baca Juga:Hotel Santika Cirebon Manjakan Wisatawan Lewat Kuliner Otentik dan Promo Spesial Libur PanjangKomisi II DPRD Cirebon Soroti Karut-Marut Aset Daerah, SKPD Diminta Mandiri dan Stop 'Lempar Bola' ke BKAD

Kondisi yang tak kalah memprihatinkan melanda Desa Mekarsari, Kecamatan Waled. Air yang meluap dari Sungai Ciberes menggenangi seluruh ruas jalan desa dan merendam ratusan rumah warga dengan arus yang cukup deras.Selain melumpuhkan sektor transportasi dan ekonomi, banjir kali ini juga memukul sektor pendidikan. Ratusan siswa Sekolah Dasar (SD) di wilayah Cirebon Timur yang tengah melaksanakan Ujian Nasional harus menghadapi situasi sulit. Air bah setinggi 50 sentimeter dilaporkan menerobos masuk ke area sekolah dan ruang-ruang kelas, sehingga mengganggu konsentrasi serta jalannya ujian yang sudah dijadwalkan.

Sebelumnya, tanda-tanda bencana mulai terlihat sejak Senin malam ketika debit air meningkat drastis di beberapa titik. Menurut data yang dihimpun, banjir terparah pada malam hari melanda Blok 3 Nagrak, Desa Sedong Kidul, Kecamatan Sedong, Kabupaten Cirebon, akibat limpahan air dari dataran yang lebih tinggi.

0 Komentar