Gangguan Layanan QRIS BCA Picu Keresahan: Saldo Nasabah Terpotong Meski Transaksi Gagal

Layanan BCA bermasalah
Banyak nasabah yang mencoba melakukan pembayaran melalui QRIS mendapati notifikasi \"Transaksi Gagal\", namun saldo mereka justru berkurang.
0 Komentar

CIREBON — Sejumlah nasabah Bank Central Asia (BCA) mengeluhkan gangguan serius pada layanan pembayaran Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Gangguan teknis ini memicu keresahan publik lantaran saldo rekening nasabah tetap terpotong meskipun status transaksi pada aplikasi dinyatakan gagal.

​Berdasarkan laporan yang diterima, insiden ini terjadi secara masif pada malam hari. Banyak nasabah yang mencoba melakukan pembayaran melalui QRIS mendapati notifikasi “Transaksi Gagal”, namun saldo mereka justru berkurang. Bahkan, dalam beberapa riwayat transaksi, muncul kode yang sama secara berulang hingga enam kali, dengan beberapa nasabah mengalami pemotongan saldo hingga tiga kali untuk satu kali transaksi.

Hal itu dikeluhkan M Asrul yang merasa dia tidak melakukan transaksi apapun namun saldonya berkurang. Begitu pun cerita Hasan kepada Jabar Publisher yang kecewa atas layanan BCA tersebut. Menurutnya dia melakukan transaksi pembayaran, dalam laporan tertera “transaksi gagal” namun anehnya saldonya malah berkurang.

Baca Juga:Pemkab Cirebon Pacu Perbaikan 23 Ruas Jalan Melalui Lelang Dini 2026Sinergi Eksekutif-Legislatif Buntu, Komisi III DPRD Kota Cirebon Tagih Komitmen Wali Kota

“Ini gimana sih BCA, di sini tertera Transaksi Gagal tapi saldo saya kok berkurang, aneh?” Keluhnya saat bercerita kepada JP.

​Keresahan masyarakat semakin meningkat akibat sulitnya mengakses layanan pengaduan. Para nasabah mengeluhkan saluran Customer Service (CS) telepon yang sangat sulit dihubungi dengan alasan sibuk terus-menerus. Selain itu, layanan chat CS dinilai lambat dan memberikan jawaban yang dianggap tidak solutif.

​Kondisi ini membuat nasabah merasa dirugikan dua kali lipat; kehilangan saldo tanpa kepastian produk/jasa yang dibayar, serta habisnya pulsa hingga puluhan ribu rupiah saat mencoba meminta pertanggungjawaban pihak bank. Akibat kegagalan sistem ini, banyak nasabah yang terpaksa kembali menggunakan uang tunai untuk bertransaksi.

​Masyarakat mendesak agar pihak BCA segera melakukan perbaikan sistem dan menunjukkan itikad baik dengan mengembalikan dana yang terpotong secara otomatis. Narasi yang berkembang di masyarakat menekankan bahwa nasabah bukanlah “kelinci percobaan” dan pihak bank wajib menghormati hak-hak konsumen serta menjamin keamanan dana mereka. (red)

0 Komentar