CIREBON – Kematian misterius yang menimpa sejumlah kura-kura Belawa di kolam konservasi Desa Belawa, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon, kini menjadi sorotan tajam. Insiden yang mengancam keberlangsungan satwa endemik langka khas Cirebon tersebut memicu reaksi cepat dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Rumah Sakit Hewan (RSH) Jawa Barat serta jajaran DPRD Provinsi Jawa Barat guna mengusut tuntas penyebab kematian massal ini.
Kepala Rumah Sakit Hewan Jawa Barat, drh. Yoni Sugiri, memimpin langsung tim medis ke lokasi konservasi untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh pada Selasa (12/5/2026). Tim spesialis tidak hanya memeriksa kondisi satwa, tetapi juga melakukan audit lingkungan terhadap habitat utama spesies unik ini. Investigasi mendalam mencakup pengambilan sampel air serta tindakan medis berupa swab pada tubuh kura-kura guna mendeteksi keberadaan patogen atau zat berbahaya.
“Kami telah mengamankan sampel air dari beberapa titik dan melakukan swab tubuh kura-kura untuk diuji secara laboratoris. Langkah ini krusial untuk memastikan apakah ada faktor eksternal seperti pencemaran atau infeksi penyakit yang menjadi pemicu kematian,” ujar drh. Yoni Sugiri di sela-sela peninjauan lokasi.
Baca Juga:Satu Dekade Terabaikan, Warga Astanajapura Gelar Aksi "Rakyat Menggugat" Terkait Jalan RusakBidik Emas Porprov Jabar 2026, Atlet E-Sport Kabupaten Cirebon Jalani Tes Kesehatan dan Fisik
Yoni menegaskan bahwa hingga saat ini pihaknya belum bisa menarik kesimpulan final. Menurutnya, ada berbagai kemungkinan yang harus diuji, mulai dari fluktuasi kualitas air hingga pola pemberian pakan yang mungkin tidak sesuai standar biologis satwa tersebut. Hasil laboratorium nantinya akan menjadi landasan evaluasi dalam merombak manajemen pengelolaan konservasi agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.
Lebih lanjut, Yoni menekankan pentingnya aspek nutrisi bagi satwa tersebut. “Kura-kura Belawa adalah karnivora murni. Kebutuhan proteinnya sangat tinggi, sehingga porsi pakan harus benar-benar diperhatikan secara presisi. Selain itu, kebersihan kolam adalah harga mati untuk menjaga imunitas satwa,” tambahnya.
Kekhawatiran serupa disampaikan oleh Kuwu Desa Belawa, Deni Kusuma. Ia mengingatkan kembali memori kelam tahun 2010 silam, di mana kura-kura Belawa nyaris punah akibat kendala serupa. Deni menegaskan bahwa lonjakan populasi yang terjadi saat ini merupakan prestasi konservasi, namun sekaligus menjadi tantangan besar dalam hal daya tampung lingkungan.
