“Kami tidak ingin tragedi kepunahan 2010 terulang kembali. Populasi yang tinggi saat ini menuntut pengelolaan kolam dan kualitas pakan yang jauh lebih baik. Kami menaruh harapan besar pada hasil pemeriksaan tim provinsi agar segera ditemukan solusi konkret,” tegas Deni.
Deni juga mengungkapkan bahwa fasilitas konservasi saat ini masih memiliki banyak kekurangan. Salah satu kebutuhan mendesak adalah pompa sirkulasi air untuk menjaga stabilitas oksigen dan kebersihan kolam. Aspirasi terkait pengadaan fasilitas ini telah disampaikan langsung kepada Ketua Komisi 2 DPRD Jawa Barat, Bambang Mujiarto.
Kura-kura Belawa sendiri merupakan identitas ekologis yang membedakannya secara signifikan dari jenis bulus di wilayah lain. Sebagai satwa ikonik yang menjadi simbol kebanggaan daerah, publik kini menanti hasil uji laboratorium untuk memastikan apakah kematian ini murni insiden biasa atau merupakan sinyal adanya krisis dalam manajemen perlindungan satwa langka di Cirebon. (rif/dbs)
