KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) secara resmi mengawali langkah strategis untuk mempercepat transformasi konektivitas antarwilayah. Langkah konkret ini ditandai dengan pelaksanaan lelang dini untuk 23 paket pekerjaan perbaikan jalan yang masuk dalam agenda Tahun Anggaran 2026. Upaya “jemput bola” ini dilakukan agar pengerjaan fisik dapat segera dieksekusi di awal tahun, sehingga masyarakat dapat lebih cepat merasakan manfaat dari peningkatan kualitas infrastruktur.
​Kebijakan lelang dini ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk memaksimalkan masa kerja efektif di lapangan. Dengan memulai proses administrasi lebih awal, Pemkab Cirebon menargetkan peningkatan signifikan pada level kemantapan jalan kabupaten, yang menjadi urat nadi perekonomian masyarakat di berbagai sektor.
​Kepala DPUTR Kabupaten Cirebon, Sunanto, menegaskan bahwa proyek ambisius ini merupakan bagian dari peta jalan (roadmap) besar menuju target kemantapan jalan 100 persen pada tahun 2029. Berdasarkan data evaluasi, hingga penghujung tahun 2025, tingkat kemantapan jalan di wilayah ini telah menyentuh angka 86 persen dari total panjang jalan kabupaten yang mencapai 1.240 kilometer.
Baca Juga:Sinergi Eksekutif-Legislatif Buntu, Komisi III DPRD Kota Cirebon Tagih Komitmen Wali KotaAkselerasi Pengentasan Rutilahu, Pemkab Cirebon Targetkan Transformasi Ratusan Hunian di Tahun 2026
​”Target kami adalah mencapai kondisi jalan mantap sepenuhnya pada 2029. Saat ini, kami terus bergerak cepat dengan memprioritaskan ruas-ruas strategis. Melalui lelang dini ini, kita memotong waktu tunggu birokrasi agar pengerjaan fisik segera berjalan dan manfaatnya langsung dirasakan warga,” ujar Sunanto.
​Fokus pengerjaan pada 23 ruas jalan kali ini akan didominasi oleh konstruksi betonisasi. Pilihan penggunaan beton diambil untuk menjamin durabilitas atau ketahanan jalan dalam jangka panjang, terutama untuk ruas yang memiliki volume kendaraan berat cukup tinggi. Spesifikasi teknis pengerjaan bervariasi, mulai dari penanganan sepanjang 175 meter hingga lebih dari 1 kilometer, dengan lebar jalan antara 3,5 meter hingga 6 meter.
​Beberapa ruas prioritas yang dipastikan masuk dalam perbaikan meliputi jalur utama seperti Sindanglaut-Ciawigajah, Arjawinangun-Suranenggala, hingga kawasan strategis seperti Mundu-Pamengkang dan Cideng-Kertawinangun.
​Selain mengandalkan alokasi APBD Kabupaten, Pemkab Cirebon juga aktif mengupayakan dukungan anggaran dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Kolaborasi lintas pemerintahan ini direncanakan akan mencakup tiga ruas jalan tambahan pada tahun 2026, menyusul kesuksesan pembangunan di wilayah Pasaleman, Ciledug, hingga Pasawahan pada periode sebelumnya.
