CIREBON – Hubungan harmonis antara eksekutif dan legislatif di Kota Cirebon tengah diuji. Anggota Komisi III DPRD Kota Cirebon, Rinna Suryanti, melontarkan kritik tajam terhadap sikap Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, yang dinilai sulit ditemui untuk membahas isu-isu krusial, terutama menyangkut persoalan sosial yang mendesak di tengah masyarakat.
​Kritik ini mencuat menyusul belum adanya titik temu untuk duduk bersama membahas kasus rumah ambruk yang belakangan ini menyita perhatian publik. Rinna menilai, kebuntuan komunikasi ini menghambat akselerasi penanganan masalah yang seharusnya menjadi prioritas pemerintah daerah.
​Urgensi Solusi Konkret
Menurut Rinna, koordinasi yang solid antara Pemerintah Kota (Pemkot) dan DPRD bukan sekadar formalitas birokrasi, melainkan urat nadi dalam penyelesaian masalah rakyat. Tanpa adanya dialog terbuka, solusi konkret terhadap berbagai persoalan sosial di Kota Cirebon dipastikan akan berjalan di tempat.
Baca Juga:Akselerasi Pengentasan Rutilahu, Pemkab Cirebon Targetkan Transformasi Ratusan Hunian di Tahun 2026Tingkatkan Kualitas Hidup Warga, Pemkab Cirebon Targetkan Pembangunan 466 Unit Rutilahu di 2026
​”Persoalan sosial seperti kasus rumah ambruk ini bukan hal sepele, ini membutuhkan perhatian serius dan langkah nyata. Kami di legislatif sangat berharap ada ruang komunikasi dan pembahasan bersama agar penanganannya bisa dilakukan lebih cepat, tepat, dan tepat sasaran,” tegas Rinna saat ditemui awak media, Rabu (13/5/2026).
​Rinna menekankan bahwa DPRD mengemban fungsi pengawasan dan pengawalan terhadap kebijakan pemerintah. Oleh karena itu, sinergi antara kedua lembaga tersebut adalah mutlak demi kepentingan masyarakat luas. Ia mengingatkan bahwa ego sektoral atau hambatan komunikasi tidak boleh mengorbankan nasib warga yang sedang tertimpa musibah.
​Menghargai Kesibukan, Menanti Luang​Meski melayangkan kritik, politisi ini mengaku tetap menghargai padatnya jadwal kerja orang nomor satu di Kota Cirebon tersebut. Namun, ia menekankan bahwa urgensi masalah sosial menuntut adanya skala prioritas dalam agenda pimpinan daerah.
​”Kami sangat memahami agenda Bapak Wali Kota cukup padat dan dinamis. Namun, kami tetap berharap ada celah waktu yang disediakan untuk duduk bersama. Masalah sosial tidak bisa menunggu, rakyat membutuhkan solusi yang cepat dan nyata di lapangan,” tambahnya.
​Respons Singkat Wali Kota
​Di sisi lain, Wali Kota Cirebon Effendi Edo memberikan respons singkat saat dikonfirmasi mengenai belum terlaksananya pertemuan strategis dengan Komisi III tersebut. Edo berdalih bahwa absennya dirinya dalam beberapa kesempatan pertemuan disebabkan oleh agenda kedinasan lain yang tidak bisa ditinggalkan.
