Pemuda Desa Gembongan Mekar Kecamatan Babakan Nekat Akhiri Hidup di Dapur Rumah

Pemuda gembongan mekar gantung diri
Seorang pemuda bernama Rasji (22) ditemukan meninggal dunia dalam posisi tergantung di ruang dapur rumahnya sendiri, Kamis (7/5/2026).
0 Komentar

CIREBON – Suasana tenang di Dusun 03, Desa Gembongan Mekar, Kecamatan Babakan, Kabupaten Cirebon, mendadak berubah menjadi kepanikan luar biasa pada Kamis (7/5/2026) sore. Seorang pemuda bernama Rasji (22) ditemukan meninggal dunia dalam posisi tergantung di ruang dapur rumahnya sendiri.

​Peristiwa memilukan ini pertama kali diketahui oleh ayah kandung korban, Caslam (71), sekitar pukul 16.30 WIB. Ironisnya, insiden ini terjadi sesaat setelah korban meminta sang ayah untuk membelikannya kopi di warung terdekat.

​Kapolresta Cirebon melalui Kapolsek Babakan, AKP Sugiharto, SH, mengonfirmasi kejadian tersebut. Berdasarkan laporan resmi bernomor Lapga / B / 01 / V / 2026/ SPKT / Polsek Babakan, petugas segera meluncur ke lokasi sesaat setelah menerima laporan dari perangkat desa setempat.

Baca Juga:Pelarian Berakhir di Wonogiri, Pengasuh Ponpes Ndolo Kusumo Pati Diringkus PolisiAntisipasi Ancaman Banjir Rob, Puluhan Warga Tawangsari Bahu-membahu Perbaiki Tanggul Cisanggarung

​”Anggota Unit Reskrim Polsek Babakan bersama perangkat desa langsung mendatangi TKP begitu menerima laporan masyarakat. Korban ditemukan sudah tidak bernyawa di area dapur rumahnya,” ujar AKP Sugiharto dalam keterangannya, Kamis malam.

​Kronologi Kejadian

Tragedi ini bermula sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu, korban meminta ayahnya, Caslam, untuk keluar membeli kopi. Tanpa rasa curiga, sang ayah menuruti permintaan putranya tersebut. Namun, betapa hancurnya hati Caslam ketika kembali ke rumah setengah jam kemudian.

​Pintu dapur yang terbuka menyajikan pemandangan mengerikan; Rasji ditemukan sudah terbujur kaku dengan leher terlilit tali tambang plastik berwarna merah sepanjang 1,5 meter yang terikat pada langit-langit dapur.

​”Saksi (ayah korban) mendapati anaknya dalam posisi berdiri dengan leher terjerat. Dalam kondisi panik, ia segera berteriak meminta bantuan warga sekitar untuk menurunkan tubuh korban,” tambah Kapolsek.

​Pebri Purnawan, perangkat desa setempat yang juga menjadi pelapor dalam kasus ini, segera menghubungi pihak kepolisian setelah memastikan kondisi korban. Warga yang mendengar kabar tersebut langsung memadati lokasi kejadian, menciptakan suasana haru dan mencekam di lingkungan RT 004 RW 003.

​Diduga Depresi

Dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan pemeriksaan medis awal, petugas tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh pemuda berusia 22 tahun tersebut. Berdasarkan keterangan pihak keluarga dan saksi-saksi, korban diduga mengalami tekanan psikologis atau depresi yang mendalam.

0 Komentar