”Dugaan sementara, korban mengalami depresi berat sejak ditinggal meninggal dunia oleh ibu kandungnya. Hal ini diduga menjadi pemicu utama korban nekat mengakhiri hidupnya,” jelas pihak kepolisian.
Pihak keluarga, yang diwakili oleh ayah dan paman korban, menyatakan telah mengikhlaskan kepergian almarhum sebagai musibah dan takdir. Mereka secara resmi menolak untuk dilakukan prosedur autopsi (bedah mayat) terhadap jenazah Rasji.
Sebagai barang bukti, polisi mengamankan seutas tali tambang merah yang digunakan korban. Setelah proses identifikasi selesai, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk segera dimakamkan di pemakaman desa setempat. Kini, situasi di Desa Gembongan Mekar dilaporkan telah kembali kondusif, meski duka mendalam masih menyelimuti keluarga yang ditinggalkan. (rif/ crd)
