BANDUNG – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan apresiasi tinggi terhadap performa ekonomi Jawa Barat di bawah nakhoda Gubernur Dedi Mulyadi. Provinsi dengan populasi terbesar di Indonesia ini dinilai sukses membangun fondasi ekonomi yang tangguh dan iklim investasi yang kondusif meski di tengah ketidakpastian dinamika global.
Apresiasi tersebut disampaikan langsung oleh Purbaya saat menggelar diskusi strategis bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat, Herman Suryatman, dalam agenda koordinasi penyelesaian hambatan investasi bersama Pokja Debottlenecking Kemenkeu pada Rabu (7/7/2026).
“Jawa Barat menunjukkan semangat yang luar biasa. Pak Gubernurnya (Dedi Mulyadi) sangat canggih dalam mengelola wilayah. Dengan arah kebijakan seperti ini, pertumbuhan ekonomi akan semakin terakselerasi dan lapangan pekerjaan akan tercipta lebih banyak lagi. Saya optimis Jawa Barat akan semakin sejahtera ke depan,” ujar Purbaya dalam keterangannya.
Baca Juga:Pemuda Desa Gembongan Mekar Kecamatan Babakan Nekat Akhiri Hidup di Dapur RumahPelarian Berakhir di Wonogiri, Pengasuh Ponpes Ndolo Kusumo Pati Diringkus Polisi
Pertumbuhan di Atas Rata-rata Nasional
Berdasarkan data yang dipaparkan Sekda Jabar Herman Suryatman, kinerja ekonomi Jawa Barat memang menunjukkan tren positif yang signifikan. Pada Triwulan I/2026, ekonomi Jawa Barat tercatat tumbuh sebesar 5,79 persen secara year-on-year (yoy).
Angka ini melampaui capaian pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di angka 5,61 persen. Menurut Herman, konsistensi pertumbuhan ini merupakan buah dari kepemimpinan yang fokus pada stabilitas dan penguatan daya beli masyarakat.
“Bapak Menteri sangat mengapresiasi bagaimana Jawa Barat di bawah arahan Pak Gubernur mampu menjaga momentum pertumbuhan. Kami tidak hanya sekadar tumbuh, tapi berhasil melampaui rata-rata nasional,” ungkap Herman.
Primadona Investasi Indonesia
Selain unggul dalam laju pertumbuhan, Jawa Barat kembali mengukuhkan posisinya sebagai destinasi utama bagi para investor, baik domestik maupun asing. Data dari Kementerian Investasi mencatat realisasi investasi di Jawa Barat pada kuartal pertama tahun ini menyentuh angka fantastis, yakni Rp76,8 triliun.
Jumlah tersebut memberikan kontribusi sebesar 15,4 persen terhadap total investasi nasional. Herman menekankan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil nyata dari kemampuan Gubernur Dedi Mulyadi dalam menjaga harmoni antara pemerintah, masyarakat, dan para pelaku usaha.
“Keberhasilan ini adalah hasil kolaborasi. Fokus kami ke depan tetap konsisten: memperkuat ekosistem investasi dan mempercepat penyelesaian hambatan perizinan melalui skema debottlenecking. Tujuannya satu, yakni perluasan lapangan kerja di berbagai sektor agar manfaat ekonomi ini dirasakan langsung oleh masyarakat,” pungkas Herman. (rif/dbs)
