​Senada dengan hal tersebut, Kepala Disbudpar Kabupaten Cirebon, Fajar Sutrisno, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari evaluasi besar-besaran terhadap seluruh desa wisata yang ada. Pemerintah daerah tidak ingin desa wisata hanya sekadar menyandang status tanpa ada perkembangan yang nyata.
​”Seluruh desa wisata akan kami evaluasi secara berkala. Kita akan memetakan mana yang berkembang pesat, mana yang stagnan, dan mana yang benar-benar potensial untuk menjadi prioritas pembangunan,” tegas Fajar.
​Fajar menekankan bahwa keberhasilan desa wisata tidak bisa dicapai secara parsial. Dibutuhkan kolaborasi lintas sektor untuk memajukan infrastruktur penunjang, memperkuat pelaku UMKM lokal, hingga memperluas jangkauan promosi digital.
Baca Juga:Pemprov Jabar Tanggung Seluruh Biaya Medis Korban Tabrakan Kereta di Bekasi, Ahli Waris Terima SantunanProyek Trusmiland di Bukit Plangon Disetop Paksa, DPRD Kabupaten Cirebon Layangkan Ultimatum Keras
​”Tujuannya satu: menjadikan pariwisata sebagai motor penggerak ekonomi desa yang berkelanjutan,” tutupnya. (rif/dbs)
