BEKASI – Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) bergerak cepat merespons tragedi kecelakaan hebat yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memastikan negara hadir dengan menanggung seluruh biaya perawatan medis para korban yang kini tengah berjuang di rumah sakit.
​Kebijakan ini diambil menyusul kecelakaan maut yang terjadi pada Senin (27/4/2026) malam, yang mengakibatkan belasan orang kehilangan nyawa dan puluhan lainnya luka-luka. Selain jaminan biaya pengobatan, Pemprov Jabar juga telah menyiapkan dana santunan bagi keluarga korban yang ditinggalkan.
​Jaminan Pelayanan Medis Hingga Tuntas
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan bahwa tidak boleh ada kendala administratif bagi para korban untuk mendapatkan perawatan terbaik. Seluruh beban biaya rumah sakit akan dialihkan sepenuhnya kepada anggaran Pemerintah Provinsi.
Baca Juga:Proyek Trusmiland di Bukit Plangon Disetop Paksa, DPRD Kabupaten Cirebon Layangkan Ultimatum KerasKebijakan MBG Dipangkas Jadi 4 Hari Sepekan, Efisiensi APBN Capai Rp50 Triliun per Tahun
​”Pemerintah Provinsi Jawa Barat menanggung seluruh biaya perawatan rumah sakit bagi semua korban yang saat ini dirawat. Kami ingin memastikan mereka mendapatkan penanganan medis yang maksimal tanpa harus memikirkan beban biaya,” ujar pria yang akrab disapa KDM tersebut saat memberikan keterangan resmi, Selasa (28/4/2026).
​Selain bantuan medis, KDM juga mengumumkan pemberian santunan kematian bagi keluarga korban yang meninggal dunia sebagai bentuk tali asih dan duka cita mendalam.
​”Kami juga akan memberikan santunan kepada ahli waris korban yang meninggal dunia, masing-masing sebesar Rp50 juta rupiah. Ini adalah bentuk tanggung jawab langsung dan empati kami terhadap warga yang tertimpa musibah,” tambahnya.
​Kronologi Singkat: Taksi Listrik Mogok Jadi Pemicu
​Tragedi ini bermula saat satu unit KRL Commuter Line rute Jakarta-Bekasi terpaksa berhenti mendadak di lintasan Stasiun Bekasi Timur. Hal tersebut disebabkan oleh adanya kendala teknis berupa satu unit taksi listrik yang mogok tepat di atas rel kereta api.
​Nahas, dalam kondisi KRL yang tengah terhenti, KA Argo Bromo Anggrek relasi Jakarta-Surabaya meluncur dari arah belakang dan menabrak rangkaian KRL tersebut. Benturan keras tak terelakkan, mengakibatkan kerusakan parah pada gerbong belakang KRL.
