6,9 Ton Ikan Sapu-sapu Dimusnahkan, DPRD DKI: Jangan Sampai Dijual Pedagang Makanan

ikan sapu sapu
Ilustrasi foto Ikan sapu sapu. (ist)
0 Komentar

JAKARTA – Operasi serentak pemberantasan ikan sapu-sapu di ibu kota pada Jumat (17/4) lalu berhasil menyisir sebanyak 6,9 ton spesies invasif tersebut. Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Ida Mahmudah, menduga tindakan ini dipicu oleh temuan bahwa Gubernur DKI Pramono Anung mengetahui adanya oknum pedagang yang memanfaatkan ikan tersebut sebagai bahan olahan makanan.

“Saya meyakini Bapak Gubernur mulai sadar bahwa masih ada pedagang—saya tidak perlu menyebut jenisnya—yang menggunakan ikan sapu-sapu,” ungkap Ida saat diwawancarai pada Sabtu (18/4/2026).

Menurut Ida, ikan sapu-sapu sejatinya tidak layak dikonsumsi. Selain berpotensi mengganggu keseimbangan ekosistem dengan menekan populasi ikan asli di sungai, ikan ini juga membawa risiko kesehatan.

Baca Juga:Dedi Mulyadi Siapkan Surat Edaran, Tekan Pesta Pernikahan Mewah yang Picu Utang Warga12 Negara Mengantre Utang ke IMF, Menkeu Purbaya: Indonesia Belum Butuh!

“Meskipun secara gizi ada kandungannya, namun dari sisi kesehatan tidak dianjurkan. Bisa menyebabkan keracunan, mual, diare, bahkan muntah-muntah. Itulah mengapa konsumsinya tidak direkomendasikan,” jelasnya.

Ia menambahkan, “Ikan sapu-sapu memang cepat membesar dan bermanfaat jika ditempatkan di kolam hias untuk membersihkan kotoran. Namun, keberadaannya di sungai yang terpapar limbah justru berbahaya jika dikonsumsi warga.”

Lebih jauh, Ida optimistis Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mampu mengoptimalkan program ini demi kemajuan lingkungan. “Dengan adanya aksi bersih-bersih ini, saya percaya Pemda telah memiliki rencana untuk membuang atau mengelola ikan sapu-sapu tersebut agar tidak sampai masuk ke rantai pangan masyarakat,” tuturnya.

Sebelumnya, penangkapan massal dilakukan serentak di lima wilayah administratif DKI Jakarta. Data yang dihimpun mencatat sebanyak 68.800 ekor ikan sapu-sapu dengan bobot total 6,9 ton berhasil diamankan untuk dimusnahkan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Hasudungan A Sidabalok, mengonfirmasi bahwa total tangkapan mencapai 68.880 ekor dengan berat sekitar 6,98 ton. “Wilayah Jakarta Selatan menjadi penyumbang terbesar, yakni 63.600 ekor atau setara 5,3 ton, yang ditangkap di kawasan Pintu Air Outlet Setu Babakan, Kelurahan Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa,” ujarnya, Jumat (17/4).

Sementara itu, Jakarta Timur mencatatkan 4.128 ekor (825,5 kg) dari 10 titik kecamatan. Jakarta Pusat mengamankan 536 ekor (565 kg) dari tujuh kecamatan. Di Jakarta Utara, sebanyak 545 ekor (271 kg) diperoleh dari saluran penghubung RW 06, Kelapa Gading Barat. Adapun Jakarta Barat menjadi wilayah dengan tangkapan paling sedikit, yakni 71 ekor dengan berat 17 kg di Kali Anak TSI, Duri Kosambi, Cengkareng. (red)

0 Komentar