Dolar Perkasa, Pemkab Cirebon Garansi Tender Proyek Infrastruktur Tetap Berjalan Sesuai Jadwal

Dolar naik tidak pengaruhi pembangunan di kab Cirebon
Hingga memasuki pertengahan tahun anggaran, seluruh tahapan pengadaan barang dan jasa dipastikan tetap berjalan normal sesuai dengan linimasa yang telah dijadwalkan.
0 Komentar

CIREBON — Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir dipastikan tidak akan menggoyang roda pembangunan di Kabupaten Cirebon. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon memberikan garansi penuh bahwa fluktuasi ekonomi global tersebut sama sekali tidak berdampak negatif terhadap jalannya proses tender atau lelang proyek pengadaan barang dan jasa di lingkungan pemerintah daerah setempat.

Hingga memasuki pertengahan tahun anggaran ini, seluruh tahapan pengadaan barang dan jasa dipastikan tetap berjalan normal sesuai dengan linimasa yang telah dijadwalkan. Kebijakan strategis ini memperlihatkan ketahanan sistem manajerial daerah, di mana mayoritas paket pekerjaan fisik maupun non-fisik justru telah sukses menyelesaikan proses penandatanganan dan penentuan pemenang tender tanpa hambatan berarti.

Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (Barjas) Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Cirebon, Sutadi Sukarya, menegaskan bahwa potensi pembengkakan biaya akibat kenaikan harga material konstruksi sebenarnya sudah dipetakan secara matang. Langkah preventif dan mitigasi risiko telah diintegrasikan sejak awal perencanaan pembangunan daerah melalui langkah taktis re-evaluasi harga.

Baca Juga:Ribuan ASN di Kabupaten Cirebon Diduga Manipulasi Absen Pakai 'Fake GPS', Sanksi Tegas MenantiRekor 15 Kali Berturut-turut, Pemprov Jabar Kembali Raih Opini WTP dari BPK RI

Secara transparan, Sutadi mengungkapkan bahwa Pemkab Cirebon sempat mengambil keputusan berani dengan menunda pelaksanaan lelang selama sekitar lima hingga enam minggu. Penundaan sementara tersebut secara khusus dialokasikan untuk melakukan peninjauan mendalam serta perbaikan Rencana Anggaran Biaya (RAB) sebelum proses lelang resmi dilempar ke pasar publik.

Langkah kalkulatif ini sengaja ditempuh guna mengantisipasi eskalasi atau lonjakan harga material yang tidak menentu, yang kala itu sangat dipengaruhi oleh situasi geopolitik global, termasuk ketegangan militer yang bergejolak di kawasan Timur Tengah. Dengan restrukturisasi RAB ini, angka pagu anggaran yang disodorkan kepada pihak penyedia jasa dipastikan realistis dan akomodatif terhadap kondisi ekonomi terkini.

“Perbaikan dan penyesuaian RAB sudah rampung kami selesaikan jauh sebelum proses lelang berjalan. Dampaknya, biaya operasional cadangan (overhead) maupun potensi lonjakan harga di pasar global sudah sepenuhnya terakomodasi di dalam struktur anggaran baru. Karena persiapan fundamental ini kokoh, proses tender saat ini bisa dieksekusi secara mulus tanpa kendala apa pun,” ujar Sutadi saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon seluler, Jumat (5/6/2026).

0 Komentar