Dolar Perkasa, Pemkab Cirebon Garansi Tender Proyek Infrastruktur Tetap Berjalan Sesuai Jadwal

Dolar naik tidak pengaruhi pembangunan di kab Cirebon
Hingga memasuki pertengahan tahun anggaran, seluruh tahapan pengadaan barang dan jasa dipastikan tetap berjalan normal sesuai dengan linimasa yang telah dijadwalkan.
0 Komentar

Lebih lanjut, Sutadi menguraikan alasan logis mengapa penguatan mata uang dolar AS belakangan ini tidak memberikan hantaman langsung bagi realisasi proyek konstruksi di wilayah Kabupaten Cirebon. Faktor utamanya terletak pada tingginya utilisasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), di mana mayoritas bahan baku pembangunan didominasi oleh produk pabrikan domestik.

Proyek-proyek fisik di daerah, seperti pembangunan jalan dan infrastruktur publik lainnya, mengandalkan material lokal prima seperti beton siap pakai (ready-mix) serta aspal hotmix. Seluruh material utama tersebut diproduksi secara mandiri oleh industri lokal melalui fasilitas batching plant dan Asphalt Mixing Plant (AMP) yang beroperasional di dalam negeri, sehingga meminimalkan ketergantungan pada rantai pasok impor yang rentan terhadap gejolak mata uang asing.

Sutadi juga menambahkan bahwa struktur kontrak yang ditawarkan telah membentuk ekosistem bisnis yang dewasa. Risiko fluktuasi harga material secara otomatis telah masuk dalam variabel kalkulasi matang dari pihak penyedia jasa maupun produsen pabrikan, sehingga gejolak nilai tukar rupiah tidak akan serta-merta menjelma menjadi beban tambahan yang mencekik para kontraktor pelaksana di lapangan.

Baca Juga:Ribuan ASN di Kabupaten Cirebon Diduga Manipulasi Absen Pakai 'Fake GPS', Sanksi Tegas MenantiRekor 15 Kali Berturut-turut, Pemprov Jabar Kembali Raih Opini WTP dari BPK RI

Berdasarkan pantauan di lapangan, dinamika makroekonomi ini terbukti sama sekali tidak menyurutkan animo para pelaku usaha konstruksi untuk ikut berpartisipasi dalam pembangunan daerah. Selama proses penyusunan dokumen penawaran, para peserta lelang dinilai telah memiliki proyeksi jangka panjang terhadap potensi pergeseran harga pasar, termasuk implikasi nilai tukar mata uang asing.

Kondisi ini tecermin dari stabilitas jumlah korporasi yang mendaftarkan diri dalam sistem e-procurement Pemkab Cirebon. Angka partisipasi pelaku usaha tidak menunjukkan tren penurunan, dan iklim kompetisi di dalam ruang lelang elektronik tetap berjalan sangat kompetitif dan sehat demi memperebutkan paket kerja pemerintah.

“Tren partisipasi peserta lelang terpantau sangat stabil. Tidak ada penurunan minat atau mundurnya jumlah pendaftar yang signifikan akibat isu kenaikan dolar. Seluruh ekosistem pengadaan barang dan jasa berjalan normal, transparan, dan kompetitif sesuai koridor regulasi yang berlaku,” tegas Sutadi.

Berdasarkan data rekapitulasi resmi dari Bagian Barjas Setda Kabupaten Cirebon, dari total 95 paket pekerjaan yang digulirkan pada tender tahap kedua tahun ini, sebanyak 90 paket di antaranya telah berhasil merampungkan seluruh proses seleksi dan evaluasi secara tuntas.

0 Komentar