Sinyal Penurunan Harga Pertamax dari Menteri ESDM

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia. foto: dok
0 Komentar

JAKARTA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memberikan isyarat bahwa harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi seperti Pertamax 92 berpotensi mengalami penurunan dalam waktu dekat. Kebijakan tersebut akan diambil pemerintah jika tren penurunan harga minyak mentah di pasar global terus berlanjut.

Bahlil mengungkapkan bahwa pihaknya saat ini tengah melakukan kajian mendalam terkait fluktuasi harga minyak dunia. Ia berencana menggelar pertemuan dengan PT Pertamina (Persero) serta sejumlah badan usaha penyedia BBM lainnya guna membahas kemungkinan penyesuaian harga ke arah yang lebih terjangkau.

“Saya telah melakukan perhitungan dan akan segera mengadakan rapat koordinasi dengan Pertamina maupun pelaku usaha lain. Apabila harga minyak dunia menunjukkan tren penurunan, kami akan menyesuaikan harga BBM nonsubsidi,” ujar Bahlil di kawasan Jakarta, Senin (20/7).

Baca Juga:Festival Rakyat Nusantara 2026 Ditutup, Wagub Jabar Dorong UMKM Terus Dilibatkan dalam Setiap Agenda DaerahKejar Target Angka Harapan Hidup, Jabar Siap Sukseskan Program KITA SEHAT

Meski demikian, ia menekankan bahwa pemerintah tetap akan bertindak hati-hati. Pasalnya, harga minyak mentah Indonesia (ICP) maupun acuan global masih menunjukkan pergerakan yang dinamis. Menurutnya, setiap keputusan mengenai harga BBM nonsubsidi harus mempertimbangkan keseimbangan antara kebutuhan masyarakat dan keberlangsungan usaha di sektor hulu migas.

“Kami terus mencari formula yang bijaksana. Kami tidak ingin membebani rakyat pengguna BBM nonsubsidi, yang jumlahnya sekitar 20 persen dan umumnya adalah kelompok mampu. Namun di sisi lain, kami juga tidak ingin memberatkan pelaku usaha di bidang perminyakan,” jelas Bahlil lebih lanjut.

Dalam kesempatan yang sama, Bahlil juga menyampaikan bahwa pemerintah telah menjalin kerja sama dengan sejumlah negara untuk memenuhi kebutuhan pasokan minyak mentah dan BBM. Ia memastikan bahwa stok energi nasional tetap dalam kondisi aman hingga akhir tahun. “Alhamdulillah, pasokan energi kita dipastikan cukup sampai akhir tahun tanpa kendala berarti. Kami juga pastikan bahwa harga BBM bersubsidi tidak akan mengalami kenaikan,” pungkasnya. (red)

0 Komentar