Nelayan KM Julita Jaya yang Hilang di Perairan Eretan Ditemukan Meninggal Dunia, Tersangkut Jaring Kapal Lain

Nelayan Indramayu hilang di perairan ditemukan
Tim SAR gabungan berhasil menemukan nelayan yang dilaporkan hilang di perairan Indramayu dalam keadaan tak bernyawa terlilit jaring, Selasa (14/4/2026)
0 Komentar

INDRAMAYU – Operasi pencarian besar-besaran yang dilakukan tim SAR gabungan di perairan Eretan, Kabupaten Indramayu, akhirnya membuahkan hasil pilu. Memasuki hari kedua pencarian, Selasa (14/4/2026), jasad Tohir (49), nelayan yang dilaporkan hilang setelah terjatuh dari kapalnya, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Penemuan jasad korban bermula dari laporan seorang nakhoda kapal nelayan lain yang tengah melaut. Tubuh korban ditemukan dalam kondisi yang tragis, yakni terlilit jaring di tengah laut sebelum akhirnya berhasil dievakuasi oleh petugas.

Kronologi Penemuan dan Evakuasi

Kepala Satuan Polisi Air dan Udara (Kasat Polairud) Polres Indramayu, AKP Asep Suryana, menjelaskan bahwa penemuan terjadi sekitar pukul 08.30 WIB. Titik koordinat penemuan berada pada posisi 06^circ 17.250′ text{ LS} – 108^circ 03.750′ text{ BT}.

Baca Juga:Implementasi Aturan Bayar Pajak Tanpa KTP Pemilik Pertama Dikritik, DPRD Jabar: Bayar Pajak Jangan DiperSkandal Korupsi BUMD Bandung: Direktur PT BDS Resmi Ditahan, Negara Rugi Rp128 Miliar

“Korban ditemukan dalam kondisi terlilit jaring pada perahu KM Sri Milik yang dinakhodai oleh saudara Raswandi. Sebelumnya, nelayan tersebut merasa jaringnya berat saat ditarik sekitar pukul 07.20 WIB, dan ternyata jasad korban tersangkut di sana,” ujar AKP Asep Suryana saat memberikan keterangan resmi.

Mendapat informasi tersebut, tim gabungan yang terdiri dari Satpolairud Polres Indramayu, Ditpolairud Polda Jawa Barat, Basarnas Cirebon, serta pengurus KUD Mina Bahari Eretan Kulon segera bergerak menuju lokasi. Meskipun kondisi cuaca di tengah laut dilaporkan mendung dengan gelombang yang cukup tinggi, proses evakuasi berjalan lancar.

Jenazah tiba di Dermaga Pelabuhan Perikanan Eretan Kulon sekitar pukul 10.00 WIB untuk kemudian langsung diserahkan kepada pihak keluarga di Desa Eretan Kulon, Kecamatan Kandanghaur. Dengan ditemukannya korban, otoritas setempat resmi menutup operasi SAR ini.

Misteri Kapal Tanpa Awak di Tengah Laut

Tragedi ini bermula pada Senin (13/4/2026), ketika sebuah kapal nelayan bernama KM Julita Jaya ditemukan terombang-ambing tanpa awak di perairan Kalimenir. Temuan tersebut pertama kali dilaporkan oleh Carudin (38), nakhoda KM Sri Rejeki yang saat itu tengah beraktivitas di sekitar lokasi.

Carudin mengaku terkejut saat melihat sebuah kapal melaju tanpa kendali dan nyaris menghantam perahu miliknya. Saat didekati untuk diberikan peringatan, ia menyadari tidak ada seorang pun di atas dek KM Julita Jaya. Kapal tersebut terus melaju berputar-putar di tengah laut, menciptakan situasi yang sangat membahayakan lalu lintas perairan.

0 Komentar