CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon bergerak cepat mempercepat penanganan banjir rob yang telah bertahun-tahun menghantui warga pesisir Desa Ambulu, Kecamatan Losari, Kabupaten Cirebon. Langkah taktis ini diambil guna memastikan masyarakat pesisir mendapatkan perlindungan konkret dari ancaman luapan air laut yang terus mengorbankan kenyamanan warga.
​Untuk memastikan langkah penanganan berjalan taktis dan terukur, Wakil Bupati Cirebon, H. Agus Kurniawan Budiman, turun langsung meninjau sejumlah lokasi terdampak rob pada Selasa, 26 Mei 2026. Dalam inspeksi lapangan tersebut, pria yang akrab disapa Jigus ini menyisir sejumlah titik rawan yang selama ini menjadi jalur utama masuknya air laut ke permukiman warga, mulai dari mengecek kondisi tanggul, kesiapan pintu air, hingga mengevaluasi sistem pengendalian aliran air di kawasan pesisir.
​Agus menegaskan bahwa persoalan banjir rob di Ambulu tidak lagi bisa diselesaikan dengan regulasi penanganan sementara yang bersifat parsial. Menurutnya, diperlukan cetak biru (blueprint) solusi jangka panjang yang komprehensif demi mengembalikan rasa aman bagi masyarakat pesisir secara berkelanjutan.
Baca Juga:Semangat Gotong Royong Warnai Kurban di Desa Sumber KidulBandung Raya Darurat Sampah Menahun, Dedi Mulyadi Turun Tangan Targetkan Bersih dalam 3 Hari
​”Masalah ini harus segera ditangani secara tuntas. Warga tentu ingin merasa aman dan nyaman saat tinggal di rumah mereka sendiri tanpa dihantui ketakutan rob yang datang sewaktu-waktu,” ujar Agus di sela-sela peninjauannya.
​Pemetaan Wilayah: Intervensi Sisi Timur dan Barat
Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, Pemkab Cirebon memetakan kawasan penanganan ke dalam dua wilayah utama guna efektivitas pengerjaan, yakni sektor timur dan sektor barat Desa Ambulu.
​• Sektor Timur: Pemerintah fokus pada pembenahan tanggul sepanjang kurang lebih 1,4 kilometer. Tanggul yang awalnya dibangun secara swadaya oleh masyarakat tersebut kini mengalami kebocoran di beberapa titik, sehingga gagal membendung air laut saat pasang tinggi. Menanggapi hal ini, Pemkab Cirebon langsung menginstruksikan dinas terkait untuk melakukan perbaikan darurat pada titik-titik rawan guna meminimalisasi risiko jebolnya tanggul.
• Sektor Barat: Fokus penanganan diarahkan pada optimalisasi fungsi pintu air serta peninggian area bekas jembatan. Fondasi bekas jembatan ini diketahui memiliki elevasi yang lebih rendah daripada badan jalan utama, sehingga menjadi titik utama limpasan air laut yang memperparah genangan di sekitar permukiman.
