Mitigasi Sosial: Dari Rutilahu hingga Sektor Pendidikan dan Kesehatan
Tidak hanya berfokus pada perbaikan infrastruktur fisik, Pemkab Cirebon juga mengintegrasikan penanganan ini dengan bantuan sosial dan kesehatan bagi warga terdampak. Pada tahun anggaran ini, Desa Ambulu dipastikan mendapat alokasi program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) sebanyak lima unit untuk merehabilitasi rumah warga yang rusak akibat rob berkepanjangan.
​Sektor pendidikan pun tak luput dari intervensi pemerintah. SD Negeri 3 Ambulu, yang selama ini menjadi langganan genangan rob hingga kerap melumpuhkan aktivitas akademik, dipastikan akan segera menerima bantuan sarana dan prasarana.
​”Kami akan upayakan bantuan khusus untuk sekolah ini (SDN 3 Ambulu) supaya aktivitas belajar mengajar tidak lagi terganggu oleh banjir, dan anak-anak bisa belajar dengan layak,” tegas Agus.
Baca Juga:Semangat Gotong Royong Warnai Kurban di Desa Sumber KidulBandung Raya Darurat Sampah Menahun, Dedi Mulyadi Turun Tangan Targetkan Bersih dalam 3 Hari
​Sementara di sektor kesehatan, Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon telah menerjunkan tim medis untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Langkah preventif ini diambil guna mengantisipasi timbulnya berbagai penyakit menular akibat lingkungan yang terendam genangan air laut dalam jangka waktu lama.
​Kolaborasi Lintas Sektor
Menyadari bahwa penanganan dampak lingkungan di kawasan pesisir utara membutuhkan kewenangan yang luas, Pemkab Cirebon berencana segera membangun komunikasi dan berkoordinasi dengan Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa. Kolaborasi ini diharapkan mampu melahirkan regulasi dan solusi makro yang menyeluruh.
​Melalui percepatan proyek infrastruktur dan jaring pengaman sosial ini, pemerintah daerah berharap masyarakat Desa Ambulu dapat segera merasakan dampaknya secara nyata, terutama saat menghadapi puncak musim pasang air laut.
​”Kami berkomitmen penuh agar kehadiran pemerintah di sini menghasilkan solusi jangka panjang yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat Ambulu,” pungkas Agus. (rif/dbs)
