BANDUNG — Gubernur Provinsi Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengambil langkah taktis dengan turun langsung memimpin kendali penanganan krisis sampah yang mengepung sejumlah titik di kawasan metropolitan Bandung Raya. Langkah darurat ini diambil guna merespons keluhan masyarakat terkait buruknya pengelolaan limbah domestik pasca-momen libur panjang. Orang nomor satu di Jawa Barat tersebut mematok target ambisius agar seluruh tumpukan sampah yang telanjur menggunung dapat dibersihkan secara total dalam kurun waktu tiga hari ke depan.
Berdasarkan data mutakhir dari Dinas Lingkungan Hidup, saat ini tercatat masih ada sekitar 113 ton sampah yang menumpuk di berbagai sudut kota dan kabupaten di Bandung Raya. Ironisnya, sebagian besar dari timbunan limbah tersebut merupakan sampah menahun yang sudah tidak tertangani dalam waktu yang cukup lama akibat kendala operasional armada pengangkutan di tingkat daerah.
“Pagi hari ini saya langsung berangkat ke Bandung untuk mengomandoi seluruh wilayah Bandung Raya. Fokus kita adalah memastikan persoalan ini selesai dalam waktu tiga hari ke depan, sehingga tidak ada lagi tumpukan sampah menahun yang dibiarkan telantar dan mengganggu kenyamanan warga,” tegas Dedi Mulyadi saat memberikan keterangan pers sebelum meninjau lokasi, Kamis (28/5/2026).
Baca Juga:Menteri Agama Respons Tegas Soal 1.098 Sapi Kurban Prabowo, Begini PenjelasannyaServer Provinsi Lambat, Ribuan Calon Siswa di Cirebon Terancam Gagal Daftar Sekolah Maung
Menurut Dedi, tren lonjakan volume limbah di kawasan metropolitan Bandung Raya selalu menunjukkan pola yang sama setiap kali memasuki masa libur panjang. Akumulasi aktivitas konsumsi masyarakat dan wisatawan yang meningkat drastis acapkali tidak diimbangi dengan kesiapan sistem pengangkutan. Akibatnya, ritme pembuangan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) menjadi tidak optimal dan memicu efek domino berupa penumpukan di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) legal maupun liar.
“Setiap momen libur panjang hampir pasti melahirkan persoalan klasik, yaitu tumpukan sampah baru. Masalahnya, sisa-sisa limbah tersebut sering kali tidak selesai ditangani secara tuntas pasca-libur usai, sehingga terus menumpuk dan menjadi bom waktu bagi lingkungan,” ujar Dedi menjelaskan akar permasalahan yang terjadi di lapangan.
Menyadari bahwa penanganan jangka pendek tidak akan menyelesaikan akar masalah, Dedi memastikan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menyiapkan rencana strategis pasca-masa tanggap darurat tiga hari ini selesai. Pemprov Jabar akan mengalihkan fokus pada pembangunan dan pembenahan sistem pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi dari hulu ke hilir, mulai dari pusat kota, kawasan industri, hingga menyentuh tingkat desa dan kelurahan.
