CIREBON – Wakil Bupati Cirebon mengajak seluruh kepala desa atau kuwu di Kabupaten Cirebon untuk menjaga api optimisme dalam membangun daerah. Keterbatasan alokasi anggaran yang dihadapi pemerintah daerah saat ini dinilai bukan menjadi alasan atau penghalang untuk menghentikan laju roda pembangunan di tingkat desa.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Wakil Bupati Cirebon, H. Agus Kurniawan Budiman, dalam Haul Mbah Kuwu ke-526 bersama jajaran kepala desa se-Kabupaten Cirebon di Desa Cirebon Girang, Kecamatan Talun, Rabu (15/7/2026). Dalam kesempatan itu, ia menekankan pentingnya kreativitas dan inovasi kepemimpinan di tingkat desa guna menyiasati ruang fiskal daerah yang tengah mengalami penyusutan.
Menurut Wabup, tantangan finansial yang melanda Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) merupakan realitas yang harus dihadapi bersama dengan kepala tegak. Ia meminta para kuwu tidak larut dalam keluhan, melainkan fokus mencari solusi alternatif demi kesejahteraan masyarakat.
Baca Juga:Akselerasi Pembangunan, TNI Geber Program TMMD di LuwungkencanaMal Pelayanan Publik Kabupaten Cirebon Sepi, DPMPTSP Dorong Integrasi Layanan PBG Hingga Paspor
“Keterbatasan anggaran yang kita hadapi saat ini jangan sampai mengendurkan semangat dan komitmen untuk membangun desa. Justru di tengah situasi seperti inilah, dedikasi, kreativitas, dan inovasi seorang pemimpin diuji demi kemajuan masyarakat,” ujar Wakil Bupati Cirebon.
Lebih lanjut, Wakil Bupati menggarisbawahi bahwa pembangunan desa tidak melulu bergantung pada besaran dana stimulan dari pemerintah pusat maupun daerah. Gotong royong warga, optimalisasi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), serta pemanfaatan potensi kearifan lokal secara mandiri disebut sebagai kunci utama ketahanan ekonomi desa saat ini.
Pemerintah Kabupaten Cirebon berjanji akan tetap mengawal program-program skala prioritas yang berdampak langsung pada hajat hidup orang banyak, seperti pengentasan kemiskinan ekstrem dan peningkatan infrastruktur dasar. Namun, sinergitas dan keselarasan visi antara kebijakan kabupaten dan desa mutlak diperlukan agar efisiensi anggaran dapat tercapai secara maksimal.
Menutup arahannya, Wakil Bupati Cirebon kembali mengingatkan para kuwu untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana desa sekecil apa pun nilainya. Komunikasi yang intensif antara kuwu dan masyarakat diharapkan dapat membangun pemahaman bersama, sehingga pembangunan desa tetap berjalan kondusif dan tepat sasaran meski di tengah keterbatasan finansial. (rif/dbs)
