CIREBON — Keluhan masyarakat terkait kerusakan parah pada sejumlah ruas jalan di wilayah Cirebon Timur (Cirtim) kian mengemuka. Kondisi jalan yang dipenuhi lubang hingga rusak berat dinilai telah melumpuhkan kenyamanan berkendara serta mengganggu berbagai aktivitas vital warga, mulai dari mobilitas para pelajar, kelancaran distribusi hasil pertanian, hingga perputaran roda ekonomi sehari-hari.
​Merespons gelombang desakan tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Sophi Zulfia, menegaskan komitmennya untuk mengawal ketat usulan perbaikan infrastruktur jalan agar segera masuk ke dalam daftar prioritas pembangunan Pemerintah Kabupaten Cirebon. Janji tersebut ia sampaikan saat meninjau situasi di Desa Karangmalang, Kecamatan Karangsembung, dengan harapan penanganan tidak lagi berlarut-larut demi menekan tingginya risiko kecelakaan lalu lintas.
​Sophi mengakui bahwa saat ini pemerintah daerah memang sedang dihadapkan pada tantangan keterbatasan anggaran. Kendati demikian, politisi PDI Perjuangan tersebut menegaskan bahwa keterbatasan finansial tidak boleh dijadikan alasan yang mengurangi komitmen eksekutif untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
Baca Juga:Perangi Fenomena LGBT, Wagub Jabar Erwan Setiawan Ancam Sanksi Pecat bagi ASN yang TerlibatRaperda Pertanggungjawaban APBD 2025 Disetujui, Pemkab Cirebon Berkomitmen Eksekusi Catatan Strategis DPRD
​”Kami memahami kekecewaan masyarakat. Infrastruktur jalan merupakan kebutuhan dasar yang sangat menentukan kelancaran aktivitas warga sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” kata Sophi di hadapan awak media, Senin (13/7/2026).
​Lebih lanjut, Sophi menjabarkan bahwa efek domino dari pembiaran jalan rusak memiliki cakupan yang luas. Kerusakan akses transportasi bukan sekadar persoalan estetika atau kenyamanan berkendara, melainkan juga berdampak sistemik terhadap terhambatnya rantai pasok perdagangan, iklim investasi daerah, hingga penurunan kualitas pelayanan publik bagi masyarakat pedesaan.
​Sebagai langkah konkret, legislatif berencana untuk meningkatkan intensitas koordinasi bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Cirebon serta dinas teknis terkait. Langkah ini krusial guna memastikan anggaran perbaikan dapat segera dialokasikan secara tepat sasaran pada titik-titik kerusakan yang paling mendesak bagi warga.
​”Kami akan terus mengawal dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta dinas teknis agar ruas-ruas jalan yang menjadi kebutuhan masyarakat dapat segera diperbaiki,” tutur Sophi memungkasi statemennya secara tegas. (adv)
