Diduga Rem Blong, Truk Air Mineral Hantam Warung dan Motor di Tanjakan Ciperna: Ibu dan Bayi Tewas

Truk terguling di jalan Ciperna Cirebon
Sebuah truk pengangkut air mineral bernomor polisi B 9105 UM hilang kendali saat melintasi turunan tajam di Jalan Raya Cirebon-Kuningan, kawasan Gronggong, Desa Ciperna, Kabupaten Cirebon, pada Senin (13/7/2026) siang.
0 Komentar

CIREBON – Kecelakaan maut yang diduga dipicu oleh kegagalan sistem pengereman kembali menelan korban jiwa. Sebuah truk pengangkut air mineral bernomor polisi B 9105 UM hilang kendali saat melintasi turunan tajam di Jalan Raya Cirebon-Kuningan, kawasan Gronggong, Desa Ciperna, Kabupaten Cirebon, pada Senin (13/7/2026) siang. Insiden tragis ini mengakibatkan seorang ibu dan bayinya meninggal dunia di lokasi kejadian setelah dihantam truk yang meluncur tak terkendali.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, truk bermuatan berat tersebut tengah melaju dari arah Kabupaten Kuningan menuju Kota Cirebon. Saat memasuki jalur menurun di kawasan Ciperna, truk tiba-tiba melesat cepat dan keluar dari jalurnya. Kendaraan besar tersebut langsung masuk ke jalur berlawanan, menyapu sejumlah sepeda motor, dan baru berhenti setelah menghantam keras sebuah warung di tepi jalan.

Saksi mata di lokasi kejadian, Deden, mengungkapkan bahwa situasi saat insiden terjadi berlangsung sangat cepat dan mencekam. Truk meluncur deras tanpa terlihat adanya upaya pengereman yang efektif sebelum terdengar suara benturan yang menggelegar.

Baca Juga:Akses Pertanian dan Industri Terbuka, Jalan Ruas Sumber Kidul–Sumber Lor Mulai DibangunGenjot Infrastruktur, Pemkab Cirebon Kucurkan Rp80 Miliar untuk 91 Proyek Peningkatan Jalan

“Waktu itu truk melaju cukup kencang dari arah atas (Kuningan). Tiba-tiba terdengar dentuman keras sekali. Warga yang berada di sekitar lokasi langsung berhamburan lari untuk menyelamatkan diri dan segera menolong para korban,” ujar Deden saat memberikan keterangan di tempat kejadian perkara (TKP).

Deden menambahkan, salah satu motor yang menjadi korban hantaman truk merupakan satu keluarga yang tengah berboncengan. Dampak benturan yang sangat keras membuat sang ibu dan bayinya yang berada di pelukan tidak mampu terselamatkan dan meninggal dunia di tempat akibat luka fatal. Sementara itu, sang ayah dan anak pertamanya dilaporkan selamat namun mengalami cedera parah.

“Satu keluarga naik motor yang kena paling parah. Sang ayah dan anak pertamanya mengalami patah kaki, sedangkan ibu bersama bayinya meninggal dunia di lokasi,” tambah Deden dengan nada prihatin.

Selain menghantam pengendara motor, truk juga merusak bangunan warung di pinggir jalan dan melukai pemilik warung yang saat itu sedang melayani pembeli. Beruntung, dua warga lain yang berada di dekat area hantaman berhasil melompat dan menyelamatkan diri secara dramatis dari terjangan truk.

0 Komentar