NIlai Tukar Rupiah Terhadap Dolar Terjun ke Rp 18.119

nilai tukar rupiah
Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS semakin melemah
0 Komentar

JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali mencatatkan pelemahan signifikan di awal pekan. Berdasarkan data Bloomberg, Senin (13/7/2026), kurs USD/IDR menyentuh level Rp 18.119 per dolar AS, menguat 54 poin atau 0,30 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.

Angka tersebut menempatkan rupiah kembali berada di atas level psikologis Rp 18.100, level yang sebelumnya sempat berhasil dipulihkan pada akhir Juni lalu. Mengutip data e-Rate BCA yang diperbarui pukul 09.50 WIB, kurs beli dolar AS berada di level Rp 18.110, sedangkan kurs jual menyentuh Rp 18.130 per dolar AS.

Pelemahan rupiah kali ini tidak terjadi dalam ruang hampa. Tekanan terutama dipicu oleh eskalasi konflik terbaru di Timur Tengah, ketika pasukan Amerika Serikat dan Iran kembali terlibat baku tembak rudal dan serangan pesawat nirawak pada akhir pekan. Iran juga dilaporkan kembali menutup jalur pelayaran vital Selat Hormuz.

Baca Juga:Fraksi DPRD Kota Cirebon Soroti PAD Hingga Banjir dalam Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025Tragedi Jalur Pantura Indramayu: Rombongan Pengantar Pengantin Dihantam Dua Truk, 13 Orang Tewas

Langkah tersebut memicu kembali kekhawatiran akan gangguan pasokan energi global dan mendorong lonjakan harga minyak. Harga minyak melonjak setelah Amerika Serikat mencabut pengecualian sanksi terhadap minyak Iran, dan Presiden Donald Trump menyatakan perjanjian gencatan senjata “telah berakhir”.

Gejolak geopolitik ini mendorong pelaku pasar global menuju aset-aset aman, termasuk dolar AS. Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, tercatat naik 0,1 persen ke posisi 101,13, menyentuh level tertinggi sejak 8 Juli 2026.

Di dalam negeri, tekanan terhadap rupiah kian diperparah oleh arus keluar modal asing yang masih deras dari pasar keuangan Indonesia. Data mencatat, investor asing telah membukukan aksi jual bersih (net foreign sell) senilai Rp 89,95 triliun secara tahun berjalan (year to date) hingga akhir pekan lalu.

Meskipun terjadi peningkatan cadangan devisa Indonesia menjadi US145,59miliarpadaJuni2026—naikdariUS145,59miliarpadaJuni2026—naikdariUS 144,89 miliar pada bulan sebelumnya—peningkatan ini terutama ditopang oleh arus masuk ke Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Ekonom menilai kenaikan cadangan devisa masih terbatas karena sebagian besar terserap untuk pembayaran utang luar negeri dan kebutuhan intervensi BI di pasar valas.

0 Komentar