“Kapal itu bergerak liar seolah kehilangan nakhoda. Khawatir akan terjadi tabrakan dengan perahu lain, saksi segera mengejar kapal tersebut dan mematikan mesinnya secara manual,” ungkap AKP Asep menceritakan awal mula peristiwa.
Dugaan kuat muncul bahwa Tohir, yang saat itu melaut seorang diri, terjatuh ke laut akibat hantaman ombak atau kecelakaan kerja lainnya. KM Julita Jaya yang mesinnya masih menyala kemudian terus melaju hingga akhirnya ditemukan oleh nelayan lain. Insiden ini menjadi peringatan keras bagi para nelayan untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dan menggunakan perlengkapan keselamatan saat melaut, terutama ketika melakukan aktivitas pencarian ikan secara tunggal. (rif/dbs)
