CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) merespons cepat luapan air yang merendam Jalan Cipeujeuh Wetan, Kecamatan Lemahabang. Tim dari Bidang Sumber Daya Air (SDA) dikerahkan untuk melakukan pengerukan sedimentasi dan normalisasi saluran air di depan SMA Negeri 1 Lemahabang guna meminimalisasi risiko banjir susulan.
Banjir setinggi lutut orang dewasa sempat melumpuhkan aktivitas warga pada Jumat sore (30/10/2026) akibat hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut. Luapan air menutup badan jalan utama yang menghubungkan wilayah Sindanglaut dan Kanci, hingga mengganggu kelancaran arus lalu lintas. Sejumlah pengendara kendaraan bermotor terpaksa melaju lambat, dan tidak sedikit kendaraan roda dua yang mengalami mogok mesin akibat memaksakan diri menerobos genangan air yang relatif tinggi.
Sebagai langkah awal mitigasi pasca-kejadian, petugas bergerak cepat sejak Sabtu pagi (31/10/2026) untuk membersihkan endapan lumpur dan sampah yang tersumbat di sepanjang saluran air area sekolah tersebut. Penanganan pembersihan drainase di lokasi ini harus dilakukan secara manual oleh para petugas di lapangan karena kondisi topografi lingkungan sekitar yang menyulitkan alat berat untuk masuk dan beroperasi.
Baca Juga:Pemprov Jabar Luncurkan Asuransi Aing, 5,4 Juta Pekerja Informal Jabar Gratis Iuran BPJSKonflik Limbah PT Indowooyang Memanas: Warga Penghadang Truk Pertanyakan Kejelasan Uang Deposit Jutaan Rupiah
Kepala Bidang SDA DPUTR Kabupaten Cirebon, Bambang Afrianto, S.T., mengonfirmasi bahwa penanganan darurat ini difokuskan pada pengembalian fungsi serta peningkatan daya tampung debit air pada sistem drainase lokal.
“Pengerukan kami lakukan secara manual karena kondisi lokasi tidak memungkinkan untuk memasukkan alat berat. Ini merupakan upaya cepat untuk memperlancar aliran air, meningkatkan kapasitas tampung saluran, serta meminimalisasi potensi munculnya genangan kembali di ruas jalan tersebut,” ujar Bambang saat memberikan keterangannya pada Sabtu (31/10/2026).
Langkah pengerukan dan perbaikan infrastruktur drainase ini juga selaras dengan perhatian lembaga legislatif daerah. Anggota DPRD Kabupaten Cirebon, Diah Irwany Indriyati (Bude Diah), menyoroti fenomena pendangkalan sungai serta buruknya tata kelola saluran drainase jalan yang memicu banjir langganan di kawasan Cipeujeuh hingga Lemahabang. Penanganan titik-titik penyumbatan akibat sedimentasi tinggi dan penataan ulang drainase dinilai menjadi prioritas krusial agar jalur penghubung antarkecamatan tersebut tetap aman dilintasi warga, terutama saat memasuki intensitas puncak musim hujan. (dbs/red)
