KUNINGAN — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) di wilayah Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Hingga saat ini, kobaran api belum berhasil dipadamkan sepenuhnya. Ratusan personel gabungan dari berbagai unsur diturunkan ke lokasi untuk menjinakkan si jago merah yang terus meluas akibat hempasan angin kencang dan vegetasi kering di musim kemarau.
Peristiwa kebakaran yang melahap sebagian areal hutan tersebut memicu respons cepat dari aparat lokal dan relawan. Medan lereng yang curam, vegetasi semak belukar yang mudah terbakar, serta cuaca terik menjadi tantangan utama yang harus dihadapi para petugas di lapangan. Pemadaman hingga kini masih terus diupayakan guna mencegah kobaran api merembet lebih jauh ke area vegetasi lindung yang lebih dalam.
Upaya penanggulangan karhutla ini melibatkan kerja sama lintas sektoral, mencakup personil Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan, Balai TNGC, unsur TNI-Polri, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), hingga relawan pecinta alam. Mereka bergotong-royong membagi tim menjadi beberapa posko taktis guna menyisir titik-titik api (hotspot) yang tersebar di wilayah lereng gunung.
Baca Juga:Kuwu Hulubanteng Diberhentikan Sementara: Warga Pesta Kembang Api, Pemdes Janji BerbenahKMP Batumandi Terbakar di Selat Sunda, Polisi Buka Posko Khusus Pendataan Barang Hilang Penumpang
Selain melakukan pemadaman secara langsung menggunakan peralatan manual dan penyemprotan air portabel, tim gabungan juga berfokus membuat sekat bakar (firebreak). Langkah preventif ini diambil untuk memutus rantai penyebaran api agar tidak menjangkau kawasan hutan primer atau mendekati area pemukiman warga terdekat.
Pihak otoritas terkait menegaskan bahwa keselamatan personil dan koordinasi ketat menjadi prioritas utama mengingat alur angin yang cepat berubah di ketinggian Gunung Ciremai.
“Kami bersama seluruh unsur terkait terus bersinergi di lapangan tanpa henti. Prioritas utama kami saat ini adalah mengisolasi pergerakan api agar tidak semakin meluas, sekaligus memastikan seluruh tim pemadam beroperasi dengan aman di tengah medan yang cukup berbahaya ini,” ujar salah seorang perwakilan tim penanggulangan bencana di lokasi.
Di sisi lain, BPBD dan Balai TNGC turut mengimbau masyarakat sekitar serta para pendaki untuk meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi seluruh instruksi keselamatan yang berlaku. Aktivitas pembuatan api unggun, pembakaran sampah sembarangan, maupun pembuangan punting rokok di sekitar kawasan lereng gunung ditegaskan sebagai tindakan berisiko tinggi yang dapat memicu bencana serupa.
