Dorong Kemandirian Warga Berbasis Inklusi Sosial, Bupati Imron Resmikan Desa Cibogo Sebagai Kampung Literasi

Dorong Kemandirian Warga Berbasis Inklusi Sosial, Bupati Imron Resmikan Desa Cibogo Sebagai Kampung Literasi
Bupati Cirebon, H. Imron Rosyadi, dalam acara peluncuran Kampung Literasi yang berlangsung penuh khidmat di Desa Cibogo, Kecamatan Waled, Kabupaten Cirebon pada Rabu (21/10/2026).
0 Komentar

KABUPATEN CIREBON – Pemerintah Kabupaten Cirebon secara resmi mengukuhkan Desa Cibogo, Kecamatan Waled, sebagai Kampung Literasi. Penetapan tersebut ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) secara langsung oleh Bupati Cirebon, H. Imron, dalam acara peluncuran (launching) yang berlangsung penuh khidmat pada Rabu (21/10/2026).

Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat budaya membaca, meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), serta mendorong transformasi ekonomi masyarakat perdesaan melalui literasi berbasis inklusi sosial.

Melalui peresmian ini, Desa Cibogo tidak hanya diproyeksikan sebagai pusat kegiatan membaca, tetapi juga sebagai laboratorium pemberdayaan masyarakat yang menghubungkan akses informasi dengan penciptaan peluang usaha mandiri.

Baca Juga:Bongkar Sindikat Penyalahgunaan Solar Subsidi , Polres Cirebon Kota Sita 2 Truk Tangki dan Amankan 4 OrangWarga Geruduk SPPG Kalijaga, DPRD Kota Cirebon Pastikan Isu Siswa Meninggal Adalah Hoaks

Mengubah Tradisi Membaca Menjadi Karya Kesejahteraan

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disarpus) Kabupaten Cirebon, Mohammad Fery Afrudin, menjelaskan bahwa pembentukan Kampung Literasi dirancang untuk membangun ekosistem masyarakat yang tidak sekadar gemar membaca, tetapi juga mampu mengolah pengetahuan menjadi karya nyata.

“Kegiatan Kampung Literasi ini bertujuan membangun lingkungan masyarakat yang memiliki budaya membaca, budaya belajar, dan budaya berkarya. Masyarakat didorong untuk mampu memanfaatkan ilmu pengetahuan serta informasi guna meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan mereka secara berkelanjutan,” ujar Fery.

Fery menambahkan, hadirnya fasilitas perpustakaan dan pendampingan literasi di Desa Cibogo telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat setempat, khususnya para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

“Alhamdulillah, melalui kebiasaan gemar membaca di perpustakaan desa, warga mendapatkan pengetahuan yang sangat bermanfaat. Salah satu bukti konkretnya adalah peningkatan kapasitas dan pengembangan usaha bagi para pelaku UMKM di tingkat desa,” tuturnya.

Inovasi Konkret: Dari Buku Menjadi Produk UMKM

Penerapan literasi berbasis inklusi sosial di Desa Cibogo terbukti telah melampaui sekat-sekat teori. Dari hasil interaksi warga dengan ragam literatur di perpustakaan desa, lahir berbagai inovasi ekonomi kreatif. Salah satu contoh nyata adalah keberhasilan warga mengolah tanaman bligo menjadi produk olahan minuman bernilai jual tinggi, yakni Es Bligo.

Inovasi tersebut menjadi bukti bahwa literasi yang dihidupkan di tengah masyarakat mampu menjawab tantangan ekonomi lokal, mengubah bahan baku lokal yang kurang termanfaatkan menjadi produk bernilai tambah, sekaligus membuka peluang lapangan kerja baru.

0 Komentar