CIREBON — Duka dan kemarahan warga pecah di Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, Jawa Barat, pada Selasa (20/10/2026) malam. Puluhan warga mendatangi dan menggeruduk dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalijaga guna menuntut penghentian total operasional fasilitas tersebut. Aksi massa ini terpicu setelah lebih dari 100 orang—sebagian besar siswa sekolah dasar dan taman kanak-kanak—dilarikan ke rumah sakit akibat dugaan keracunan usai mengonsumsi santapan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Di tengah situasi yang memanas, otoritas daerah bergerak cepat meredam kepanikan publik dengan memastikan kabar yang menyebutkan adanya siswa meninggal dunia sebagai informasi bohong (hoaks).
Aksi penggerudukan yang berlangsung sekitar pukul 20.00 WIB di Jalan Pramuka Pengalang tersebut diwarnai ketegangan. Warga yang emosi menuntut pertanggungjawaban pengelola SPPG atas insiden kesehatan yang menimpa anak-anak mereka. Gejala mual, muntah, dan sakit perut hebat dilaporkan melanda para siswa dari SD Taman Kalijaga, SD Kalijaga Permai, hingga TK Teratai tak lama setelah mereka menyantap menu makanan bergizi yang disalurkan oleh dapur penyedia tersebut.
Kepanikan orang tua berujung pada desakan keras agar fasilitas SPPG Kalijaga segera ditutup permanen. Warga menilai adanya kelalaian serius dalam standar higienitas dan keamanan pangan yang disajikan kepada peserta didik.
Baca Juga:Diduga Keracunan MBG, Puluhan Siswa SD di Cirebon Dilarikan ke Rumah SakitPansus I DPRD Kabupaten Cirebon Bidik Perlindungan Cagar Budaya Sebagai Warisan Sejarah dan Peningkatan PAD
“Kasihan anak-anak kami keracunan. Dapur SPPG ini sudah tidak layak dan harus segera ditutup!” teriak salah seorang warga di tengah kerumunan lokasi kejadian.
Guna mencegah eskalasi massa dan menjaga kondusivitas area, personel gabungan dari Polres Cirebon Kota bersama jajaran Kodim/TNI diterjunkan langsung untuk mengamankan lokasi dapur SPPG Kalijaga. Petugas kepolisian dan TNI berupaya menenangkan ketegangan warga sembari memberikan jaminan bahwa seluruh proses pemeriksaan pengolahan pangan serta penanganan medis korban tengah berjalan bawah pengawasan ketat aparat penegak hukum dan dinas terkait.
Kondisi darurat juga melanda sejumlah fasilitas kesehatan di Kota Cirebon. Lebih dari 100 korban harus mendapatkan perawatan medis intensif yang tersebar di beberapa rumah sakit, di antaranya RS Siloam Putera Bahagia dan Rumah Sakit Daerah (RSD) Gunung Jati Cirebon. Lonjakan mendadak jumlah pasien anak-anak membuat ruang Unit Gawat Darurat (UGD) sempat dipadati oleh keluarga yang cemas menunggu penanganan tim medis.
