Warga Geruduk SPPG Kalijaga, DPRD Kota Cirebon Pastikan Isu Siswa Meninggal Adalah Hoaks

Warga Geruduk SPPG Kalijaga, DPRD Kota Cirebon Pastikan Isu Siswa Meninggal Adalah Hoaks
Terkait puluhan siswa diduga keracunan menu MBG, massa menggeruduk SPPG Kalijaga Kota Cirebon, Selasa (20/10/2026)
0 Komentar

Isu Hoaks Anak TK Meninggal Dunia

Di tengah kesibukan penanganan medis, situasi publik kian terdistraksi oleh beredarnya pesan berantai secara masif melalui aplikasi percakapan WhatsApp. Pesan dengan narasi “Ayah ada yang meninggal anak TK Teratai orang Keandra” menyebar cepat dan memicu kekhawatiran meluas di tengah masyarakat, khususnya bagi para orang tua murid.

Merespons potensi keresahan yang makin meluas, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Cirebon dipimpin Wali Kota Effendi Edo, bersama Kapolres Cirebon Kota, Dandim, Kepala Dinas Kesehatan, dan Kasi Intel Kejari langsung melakukan peninjauan lapangan. Wakil Ketua DPRD Kota Cirebon, Harry Saputra Gani, melakukan pemantauan langsung ke fasilitas perawatan di RS Siloam dan RSD Gunung Jati untuk memverifikasi kebenaran informasi duka tersebut secara langsung kepada tim medis.

Berdasarkan hasil koordinasi dan pengecekan medis di lapangan hingga Selasa malam, Harry menegaskan bahwa isu kematian siswa TK Teratai akibat menyantap menu MBG dipastikan tidak benar (hoaks). Dari total 31 pasien yang mendapat penanganan medis di RSD Gunung Jati, seluruhnya berada dalam perawatan tim dokter dan tidak ada laporan korban jiwa.

Baca Juga:Diduga Keracunan MBG, Puluhan Siswa SD di Cirebon Dilarikan ke Rumah SakitPansus I DPRD Kabupaten Cirebon Bidik Perlindungan Cagar Budaya Sebagai Warisan Sejarah dan Peningkatan PAD

“Informasi mengenai adanya korban meninggal dunia langsung kami respons dengan pengecekan di lapangan. Setelah mendampingi peninjauan Forkopimda yang dipimpin Pak Wali Kota Effendi Edo di RS Siloam, saya melanjutkan pengecekan ke RSD Gunung Jati. Dari 31 pasien yang tengah ditangani tim medis di RSD Gunung Jati, kami pastikan tidak ada korban yang meninggal dunia,” ujar Harry Saputra Gani memberikan konfirmasi resmi.

Atas simpang siurnya informasi yang beredar, pimpinan DPRD Kota Cirebon mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum terverifikasi kebenarannya. Penyebaran berita bohong di tengah situasi krisis dinilai hanya memperkeruh suasana dan menambah beban psikologis keluarga korban.

“Kami meminta seluruh masyarakat untuk tetap tenang, tidak mudah termakan informasi yang tidak akurat, serta tidak menyebarkan berita yang belum dipastikan kebenarannya. Tindakan menyebarkan informasi spekulatif di tengah situasi seperti ini sangat berpotensi menimbulkan kegaduhan, padahal saat ini fokus utama kita adalah memastikan pemulihan kesehatan seluruh anak-anak kita,” tegas Harry mengakhiri keterangannya. (dbs/red)

0 Komentar