CIREBON – Puluhan siswa dari tiga Sekolah Dasar (SD) di wilayah Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, mendadak dilarikan ke rumah sakit setelah mengeluhkan gejala mual, muntah, sakit perut, hingga diare masal. Peristiwa yang diduga dipicu oleh konsumsi menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) ini membuat fasilitas medis kewalahan, hingga Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Siloam Putera Bahagia Cirebon dipenuhi pasien dan terpaksa merujuk sebagian siswa ke RST Ciremai.
Kepanikan orang tua dan pihak sekolah memuncak saat para siswa mulai tumbang secara bersamaan pada sore hari. Berdasarkan informasi yang dihimpun, makanan berupa santapan siang berisi sayur sop dan telur puyuh tersebut didistribusikan oleh salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kelurahan Kalijaga dan dikonsumsi para murid saat jam istirahat sekolah.
Pantauan di lokasi menunjukkan gelombang kedatangan siswa yang didampingi para orang tua terus mengalir hingga meluapkan kapasitas IGD RS Siloam Putera Bahagia. Ruang perawatan darurat tak lagi mampu menampung lonjakan pasien, sehingga penanganan terpaksa meluber hingga ke area lorong rumah sakit sebelum akhirnya rujukan dialihkan ke RST Ciremai untuk penanganan medis lanjutan.
Baca Juga:Pansus I DPRD Kabupaten Cirebon Bidik Perlindungan Cagar Budaya Sebagai Warisan Sejarah dan Peningkatan PAD177 Desa di Kabupaten Cirebon Siap Gelar Pilwu Serentak November 2027, Pemkab Rancang TPS Digital
Salah seorang orang tua siswa, Dony Armando, menuturkan bahwa putranya mulai merasakan gejala kelainan pencernaan tidak lama setelah tiba di rumah. Kondisi fisik anaknya menurun drastis menjelang sore hari usai mengonsumsi makanan yang dibagikan di sekolahnya.
“Anak saya mengeluhkan mual, muntah, dan BAB (diare) begitu sampai di rumah. Katanya habis makan sayur sop dan telur puyuh saat jam istirahat sekolah. Gejalanya baru benar-benar terasa sekitar pukul 15.00 WIB. Begitu saya bawa ke rumah sakit, ternyata situasi sudah ramai sekali oleh anak-anak dan orang tua dari SD lain,” ujar Dony saat ditemui di lokasi penanganan medis.
Keterangan senada disampaikan oleh orang tua murid lainnya, Agus Bachtiar. Ia mengaku kaget ketika dihubungi mengenai kondisi kesehatan anaknya yang mendadak drop usai jam pelajaran usai. Dugaannya semula bahwa sang anak hanya sekadar tidak enak badan terpatahkan setelah berkoordinasi dengan pihak sekolah.
