“Saya kaget dan langsung menelepon gurunya untuk menanyakan kenapa anak saya bisa muntah-muntah setelah makan. Ternyata guru menginformasikan bahwa siswa lain juga mengeluhkan gejala yang sama secara bersamaan,” ungkap Agus.
Agus menambahkan, berdasarkan penuturan dari anaknya, terdapat indikasi bahwa salah satu komponen bahan makanan yang disajikan diduga sudah mengalami perubahan kualitas sebelum dikonsumsi.
“Tadinya saya berpikir anak saya hanya kurang sehat biasa. Tapi ternyata siswa dari sekolah lain juga merasakan hal yang sama setelah mengonsumsi menu MBG. Kalau menurut cerita anak saya, telur puyuh yang ada di dalam menu tersebut sudah terasa agak asam saat dimakan,” bebernya.
Baca Juga:Pansus I DPRD Kabupaten Cirebon Bidik Perlindungan Cagar Budaya Sebagai Warisan Sejarah dan Peningkatan PAD177 Desa di Kabupaten Cirebon Siap Gelar Pilwu Serentak November 2027, Pemkab Rancang TPS Digital
Fenomena ini menyoroti urgensi pengawasan ketat terhadap rantai pasok dan higienitas pengolahan makanan massal di lingkungan pendidikan. Hingga berita ini diturunkan, tim medis di RST Ciremai dan RS Siloam Putera Bahagia masih terus memberikan perawatan intensif kepada para siswa terdampak, sementara pihak-pihak terkait tengah mengumpulkan sampel makanan untuk pemeriksaan laboratorium guna memastikan penyebab pasti insiden tersebut. (jay/red)
