KMP Batumandi Terbakar di Selat Sunda, Polisi Buka Posko Khusus Pendataan Barang Hilang Penumpang

KMP Batumandi Terbakar di Selat Sunda, Polisi Buka Posko Khusus Pendataan Barang Hilang Penumpang
Foto KM Batumandi saat terbakar di Selat Sunda pada Selasa (20/10/2026)
0 Komentar

BANTEN – Kecelakaan di laut kembali terjadi, Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Batumandi terbakar di perairan Selat Sunda pada Selasa (20/10/2026) sore. Meski tidak memakan korban jiwa, dilaporkan banyak kendaraan dan barang penumpang ikut terbakar di dalam kapal tersebut.

Pasca kejadian Kepolisian Daerah (Polda) Banten bergerak cepat dengan mendirikan posko pelayanan khusus bagi para korban. Langkah tanggap darurat ini difokuskan untuk mendata serta menerbitkan dokumen resmi bagi penumpang yang kehilangan barang berharga maupun kendaraan yang hangus dilalap si jago merah.

Kapal milik PT ASDP Indonesia Ferry tersebut diketahui mengalami insiden kebakaran saat berada sekitar 700 meter sebelum menyandar di Dermaga 6 (Eksekutif 1) Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten. Kapal penyeberangan tersebut tercatat mengangkut total 420 penumpang serta 89 unit kendaraan berbagai jenis dari Pelabuhan Bakauheni, Lampung.

Baca Juga:Jabar Perkuat Cengkeraman di Pasar Pakistan, Ekspor Tumbuh 22,81 PersenDorong Kemandirian Warga Berbasis Inklusi Sosial, Bupati Imron Resmikan Desa Cibogo Sebagai Kampung Literasi

Manifes Resmi: 460 Jiwa Berhasil Dievakuasi

Berdasarkan data manifes pelayaran yang dikonfirmasi pihak kepolisian dan Tim SAR Gabungan, dari total 420 orang penumpang di atas kapal, sebanyak 393 orang berada di dalam kendaraan, sementara 27 orang lainnya merupakan penumpang pejalan kaki. Selain ribuan ton muatan logistik dan kendaraan, KMP Batumandi juga diawasi oleh 40 awak kapal (ABK).

Kepala Kepolisian Daerah Banten, Irjen Pol Hendra Kurniawan, menegaskan bahwa penanganan pasca-evakuasi difokuskan pada perlindungan hak-hak keperdataan dan bantuan hukum awal bagi para korban yang terdampak musibah ini.

“Jumlah penumpang berdasarkan data manifes resmi tercatat sebanyak 420 orang, yang terdiri dari 393 penumpang di dalam kendaraan dan 27 penumpang pejalan kaki, ditambah 40 awak kapal. Selain itu, terdapat 89 unit kendaraan yang diangkut,” ungkap Irjen Pol Hendra Kurniawan dalam keterangan resminya, Rabu (21/10/2026).

Penanganan Medis Korban Terdampak dan Kondisi Evakuasi

Proses evakuasi yang berlangsung dramatis di tengah laut berhasil menyelamatkan seluruh penumpang dan awak kapal. Kendati demikian, tercatat sebanyak 11 penumpang mengalami gangguan kesehatan mendadak akibat asap pekat dan kepanikan saat insiden terjadi, mulai dari sesak napas, luka ringan, hingga kondisi syok berat.

Para korban luka dan keluhan kesehatan langsung dilarikan ke fasilitas medis terdekat, yakni Puskesmas Pulomerak dan Rumah Sakit Krakatau Medika Cilegon, guna mendapatkan perawatan intensif dan pemulihan kondisi fisik.

0 Komentar