Jabar Perkuat Cengkeraman di Pasar Pakistan, Ekspor Tumbuh 22,81 Persen

Jabar Perkuat Cengkeraman di Pasar Pakistan, Ekspor Tumbuh 22,81 Persen
Wagub Jabar, Erwan Setiawan, saat menghadiri Welcome Dinner  bersama delegasi Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Islam Pakistan di Menara Bank BJB, Jalan Naripan, Kota Bandung, Minggu (18/10/2026).
0 Komentar

KOTA BANDUNG – Ekspor Jawa Barat ke Pakistan menunjukkan tren positif. Pada periode Januari–Agustus 2026, nilai ekspor ke negara Asia Selatan tersebut mencapai USD 242,18 jutaatau meningkat 22,81 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Capaian ini menjadi momentum bagi Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk memperluas pasar internasional sekaligus membuka peluang bagi produk lain.

Hal tersebut disampaikan Erwan saat menghadiri Welcome Dinner bersama delegasi Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Islam Pakistan di Menara Bank BJB, Jalan Naripan, Kota Bandung, Minggu (18/10/2026).

“Provinsi Jawa Barat memiliki peran strategis dalam perdagangan internasional Indonesia, didukung oleh kapasitas industri manufaktur, diversifikasi komoditas ekspor, serta jaringan pelaku usaha yang terintegrasi dalam rantai pasok global,” ujar Erwan.

Baca Juga:Dorong Kemandirian Warga Berbasis Inklusi Sosial, Bupati Imron Resmikan Desa Cibogo Sebagai Kampung LiterasiBongkar Sindikat Penyalahgunaan Solar Subsidi , Polres Cirebon Kota Sita 2 Truk Tangki dan Amankan 4 Orang

Menurutnya, perkembangan ekspor ke Pakistan memberikan sinyal positif bagi penguatan perdagangan Jawa Barat. Nilai ekspor yang sempat berfluktuasi dalam beberapa tahun terakhir kembali meningkat pada 2025 dan berlanjut pada periode Januari–Agustus 2026.

Pada 2021, nilai ekspor Jawa Barat ke Pakistan tercatat sebesar USD 496,17 juta. Setelah mengalami fluktuasi hingga 2023, ekspor kembali tumbuh dari USD 266,96 juta pada 2024 menjadi USD 322,84 juta pada 2025, atau naik sekitar 20,93 persen secara tahunan.

“Pertumbuhan ini memberikan indikasi positif bagi penguatan kinerja ekspor Jawa Barat di pasar Pakistan sekaligus menjadi momentum untuk mengoptimalkan peluang perdagangan bilateral,” katanya.

Dari sisi komoditas, kendaraan beserta bagiannya menjadi penyumbang ekspor terbesar Jawa Barat ke Pakistan selama Januari–Agustus 2026, dengan nilai USD 82,67 juta. Berikutnya, serat stapel buatan mencatatkan nilai ekspor sebesar USD 49,48 juta.

Komoditas lain yang turut berkontribusi meliputi kosmetika, besi dan baja, kertas dan karton, mesin mekanis, serta produk farmasi. Capaian tersebut menunjukkan peluang pengembangan perdagangan yang tidak hanya bertumpu pada satu sektor, tetapi juga mencakup industri otomotif, tekstil, dan berbagai produk manufaktur lainnya.

“Ini cukup dominan pada transaksi ekspor Jawa Barat ke Pakistan,” ungkapnya.

Produk yang berpotensi dikembangkan antara lain fesyen, seperti topi dan pakaian olahraga, beras dari Cianjur, kopi, produk perawatan kulit, hingga kerajinan tangan. Langkah ini diharapkan dapat mempertemukan produsen lokal dengan calon pembeli dari Pakistan, sekaligus memperluas jaringan pemasaran produk Jawa Barat ke luar negeri.

0 Komentar