“Saya optimistis bahwa sinergi antara pelaku usaha Jawa Barat dan para delegasi Pakistan akan membuka arus perdagangan yang semakin kuat dan saling menguntukan kedua belah pihak,” tuturnya.
Sementara itu, Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Islam Pakistan, Letjen TNI (Purn) Chandra Warsenanto Sukotjo, menilai peluang peningkatan kerja sama ekonomi Indonesia dan Pakistan masih terbuka lebar. Ia menyinggung kerja sama perdagangan kedua negara melalui Preferential Trade Agreement (PTA) serta harapan pengembangan kerja sama menuju Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA).
“Ini merupakan peluang besar bagi kita untuk meningkatkan hubungan ekonomi. Saya berharap kehadiran kami di sini dapat dimanfaatkan dengan baik,” ujar Chandra.
Baca Juga:Dorong Kemandirian Warga Berbasis Inklusi Sosial, Bupati Imron Resmikan Desa Cibogo Sebagai Kampung LiterasiBongkar Sindikat Penyalahgunaan Solar Subsidi , Polres Cirebon Kota Sita 2 Truk Tangki dan Amankan 4 Orang
Ia juga mendorong para pelaku usaha untuk aktif membangun komunikasi, bertanya mengenai peluang pasar, dan memperluas jejaring dengan mitra bisnis Pakistan.
“Kepada rekan-rekan pelaku usaha dari Pakistan, silakan manfaatkan kesempatan ini. Bangun jejaring, ajukan pertanyaan, dan jajaki berbagai peluang kerja sama yang tersedia,” katanya.
Chandra turut menyoroti potensi Jawa Barat dalam pengembangan industri halal. Menurutnya, Jawa Barat memiliki peluang untuk menjadi mitra penting bagi pelaku usaha Pakistan, khususnya dalam perdagangan produk halal dan komoditas unggulan.
“Sebagai seseorang yang lahir di Jawa Barat, saya sangat bangga bisa berada di sini. Saya berharap malam ini kita dapat terus mengembangkan hubungan baik dengan Pakistan,” ucapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Chandra juga menanggapi keraguan sebagian pihak mengenai keamanan Pakistan. Ia menyampaikan bahwa komunikasi dan interaksi langsung dapat membantu membangun pemahaman yang lebih baik mengenai peluang kerja sama di negara tersebut.
Pertemuan itu diharapkan menjadi pintu masuk bagi penguatan hubungan dagang Indonesia dan Pakistan, sekaligus mendorong produk unggulan Jawa Barat menembus pasar internasional. Bagi Pemprov Jabar, peningkatan ekspor bukan hanya soal nilai perdagangan, tetapi juga peluang untuk memperluas pasar dan meningkatkan daya saing pelaku usaha daerah. (rls/hms)
