CIREBON – Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Cirebon berhasil menggagalkan upaya penyelundupan ribuan ekor Benih Bening Lobster (BBL) yang dikirimkan secara ilegal melintasi jalur Tol Cikopo–Palimanan (Cipali), Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Kamis (1/10/2026) pagi. Sebanyak 75.435 ekor benih lobster diamankan, dengan nilai ekonomi dan potensi kerugian negara diperkirakan mencapai miliaran rupiah .
Komandan Lanal Cirebon, Letkol Laut (P) Mizar Hanoeng menjelaskan, operasi pengamanan berawal dari informasi intelijen yang diterima sekitar pukul 06.00 WIB. Laporan tersebut menyebutkan adanya pengiriman besar-besaran BBL ilegal yang berasal dari wilayah Jawa Tengah, dengan rute perjalanan menuju Banten sebelum akhirnya diselundupkan ke luar negeri .
Berdasarkan data tersebut, tim satuan segera melakukan penyebaran dan pemantauan ketat di titik-titik strategis sepanjang jalur lintas utara Jawa. Tepat pukul 07.35 WIB, kendaraan yang dicari berupa Daihatsu Sigra warna abu-abu bernomor polisi AA 1562 AE terdeteksi melintas di KM 125 Tol Cipali. Petugas langsung melakukan pengejaran dan berhasil menghentikan kendaraan di kawasan Rest Area KM 130B, Kecamatan Gantar, Indramayu, sekitar pukul 07.45 WIB .
Baca Juga:Perubahan APBD 2026 Disepakati Rp4,31 Triliun, Pemkab Dikejar Tenggat Waktu Realisasi Program Pro-RakyatDisetujui DPR, Calon Kapolri Komjen Suyudi Ario Seto Tegaskan Jabatan Adalah Puncak Tanggung Jawab
“Saat diperiksa, kami menemukan 13 kotak berisi benih-benih lobster. Tidak ada satu pun dokumen resmi yang dilampirkan, mulai dari izin edar, NIB, hingga surat rekomendasi pengiriman. Totalnya mencapai 75.435 ekor, yang diduga jenis lobster pasir,” ungkap Mizar.
Dua orang yang berada di dalam kendaraan, berinisial RN (22) dan BPDS (20), warga Jawa Tengah, langsung diamankan. Keduanya diduga berperan sebagai kurir atau pengangkut yang bertugas membawa barang ilegal tersebut hingga ke tujuan. Seluruh barang bukti, kendaraan, serta kedua tersangka kini dibawa ke Markas Komando Lanal Cirebon untuk menjalani pemeriksaan dan penyelidikan lebih mendalam guna mengungkap jaringan di baliknya .
Mizar menegaskan, wilayah kerja Lanal Cirebon yang berada di jalur Pantura menjadikannya rute yang sangat rawan dimanfaatkan pelaku kejahatan kelautan. Keberhasilan kali ini menjadi bukti kewaspadaan tinggi aparat. Ke depannya, pihaknya akan memperkuat deteksi dini, pertukaran informasi, dan koordinasi dengan instansi lain agar jalur ini tidak lagi menjadi celah bagi penyelundupan sumber daya alam.
