Lebih lanjut, ia merinci bahwa tolok ukur utama dari transformasi Polri ke depan harus berpusat pada perbaikan kualitas hidup sosial warga. Masyarakat, kata dia, harus benar-benar merasakan lingkungan sosial yang jauh lebih aman, mendapatkan jaminan respons cepat dan efisien saat melaporkan tindak kejahatan, serta memperoleh perlindungan hukum yang adil bagi para korban kriminalitas. Kehadiran anggota Polri di tengah publik pun harus bertransformasi menjadi figur-figur berintegritas tinggi yang secara otomatis mendulang kepercayaan penuh dari masyarakat.
Melalui pendekatan humanis dan berbasis hasil (result-oriented), Suyudi menaruh harapan besar agar sekat psikologis antara penegak hukum dan warga sipil dapat lebur sepenuhnya. Polisi tidak boleh lagi diasosiasikan sebagai figur otoriter yang ditakuti, melainkan harus hadir sebagai sahabat sekaligus pelindung utama yang memberikan rasa aman di setiap lini kehidupan masyarakat.
“Sudah saatnya orientasi penegakan hukum bergeser dari sekadar pendekatan struktural menuju perlindungan substantif. Polisi harus hadir bukan untuk ditakuti, melainkan dicintai sebagai pelindung dan pengayom terdepan di tengah masyarakat,” tutupnya dengan tegas.
Baca Juga:Aksi Unjuk Rasa Warga Pabedilan Warnai Saling Lempar Tanggung Jawab Antara KAI dan PT DARBREAKING NEWS : Presiden Prabowo Kirim Surpres Pemberhentian Kapolri Jenderal Listyo Sigit
Dengan visi yang mengedepankan akuntabilitas dan kedekatan emosional dengan publik ini, kepemimpinan baru di bawah Komjen Suyudi Ario Seto diharapkan mampu membawa institusi Polri semakin profesional, modern, terpercaya, dan dicintai oleh seluruh rakyat Indonesia. (red/dbs)
