Cegah Risiko Penyakit Berbahaya, Dinas Kesehatan Kota Cirebon Tegaskan Pentingnya Imunisasi Tepat Usia

Cegah Risiko Penyakit Berbahaya, Dinas Kesehatan Kota Cirebon Tegaskan Pentingnya Imunisasi Tepat Usia
Kadinkes Kota Cirebon dan Kabid P2 Dinkes dalam podcast terkait Bulan Imunisasi Kejar yang ditayangkan secara Live di kanal youtube RRI Cirebon, Jumat (2/9/2026).
0 Komentar

CIREBON — Pemerintah Kota Cirebon melalui Dinas Kesehatan terus memperkuat langkah-langkah strategis dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara menyeluruh. Tantangan kesehatan publik yang dinamis dewasa ini menuntut adanya respons cepat, terstruktur, serta kolaborasi erat antara pemerintah, tenaga medis, dan masyarakat luas. Kebijakan promotif dan preventif kini diletakkan di garis depan guna menekan angka kesakitan serta mengoptimalkan kualitas layanan fasilitas kesehatan di daerah.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Cirebon, dr. Hj. Siti Maria Listiawaty, M.M., menegaskan bahwa pencapaian pembangunan kesehatan tidak bisa berjalan secara parsial. Diperlukan konsolidasi yang kuat serta komitmen bersama dari seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan program-program kesehatan menyentuh akar rumput secara efektif.

“Kesehatan masyarakat bukan sekadar urusan mengobati yang sakit, melainkan bagaimana membangun kesadaran kolektif serta sistem ketahanan kesehatan yang tangguh mulai dari tingkat primer. Kolaborasi lintas sektor dan disiplin pelaksanaan program promotif-preventif adalah kunci utama keberhasilan pembangunan kesehatan di Kota Cirebon,” ujar dr. Hj. Siti Maria Listiawaty, M.M.

Baca Juga:Pengurus INAKI Jawa Barat Periode 2026–2029 Resmi Dikukuhkan, Perkuat Profesionalisme Analis KebijakanPemprov Jabar Raih Predikat Terbaik I dalam Penghargaan Pembangunan Daerah 2026

Sebagai bagian dari perwujudan ketahanan kesehatan tersebut, Dinkes Kota Cirebon juga menggencarkan program prioritas nasional melalui momentum Bulan Imunisasi Kejar. Program ini dirancang komprehensif untuk menyisir serta menutupi celah imunitas pada bayi dan anak usia di bawah dua tahun (baduta) yang tertinggal jadwal imunisasi rutinnya, demi membentuk kekebalan kelompok (herd immunity) yang optimal.

“Imunisasi bukan sekadar memenuhi prosedur administratif kesehatan anak, melainkan sebuah perisai utama pelindung diri bagi buah hati kita dari ancaman penyakit berbahaya yang sewaktu-waktu dapat mengancam keselamatan jiwa mereka,” tegas dr. Siti Maria Listiawaty.

Ia juga menegaskan, kesadaran dan keaktifan para orang tua menjadi pilar penentu dalam menyukseskan perlindungan kesehatan buah hati di tengah masyarakat. Peran serta keluarga dalam memantau secara mandiri riwayat vaksinasi anak dinilai sangat krusial agar tidak ada celah imunitas yang tertinggal. Orang tua dan keluarga juga diimbau untuk aktif pentingnya langkah “jemput bola” dalam memprioritaskan imunisasi anak.

“Kami mengimbau kepada seluruh orang tua di Kota Cirebon agar secara proaktif memeriksa kembali buku catatan kesehatan anak dan segera mendatangi fasilitas pelayanan terdekat jika masih ada tahapan imunisasi yang tertinggal.”

0 Komentar