BREBES – Keluhan warga terkait aktivitas pabrik es batu kristal di RT 04/RW 22, Desa Kleben, Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes, kembali mencuat. Kali ini, warga mengeluhkan suara mesin produksi yang dinilai mengganggu kenyamanan, terutama karena lokasi pabrik berdampingan dengan rumah warga.
Salah seorang warga setempat, Rakwid (50), mengatakan aktivitas pabrik es batu tersebut telah berlangsung sekitar satu tahun. Ia mengaku terganggu dengan suara mesin produksi yang cukup bising.
Menurut Rakwid, sebelum pembangunan pabrik, dirinya mengaku tidak pernah diajak berkomunikasi maupun dimintai tanda tangan sebagai tetangga.
Baca Juga:Akhir Penantian Keluarga, Yaya Carya Warga Sigong Cirebon Resmi Teridentifikasi di RS Bhayangkara BanjarmasinLahan Kosong Terbakar, Pasien RSD Sidawangi Cirebon Dievakuasi Dramatis
“Saya merasa terganggu dengan kebisingan suara mesin pembuat es batu tersebut. Waktu mau dibangun juga tidak ada omongan, apalagi meminta izin kepada saya selaku tetangga. Saya juga tidak pernah merasa tanda tangan izin tetangga,” ujar Rakwid kepada JP, Selasa (29/9/2026).
Ia berharap pihak pengelola mengambil langkah untuk mengurangi kebisingan, salah satunya dengan memasang peredam suara.
“Tuntutan saya minimal dipasang peredam supaya tidak terlalu bising, karena bangunan pabrik es batu dengan rumah saya berdampingan,” katanya.
Sementara itu, saat dikonfirmasi JP, Hj. Nunung selaku pemilik pabrik es batu mengatakan pihaknya telah menyampaikan keluhan tersebut kepada anaknya yang mengelola usaha tersebut.
“Saya sudah kasih tahu anak saya (pengelola pabrik es batu) supaya dikasih peredam, karena yang mengelola pabrik es batu anak saya,” kata Hj. Nunung.
Keluhan mengenai pabrik es batu tersebut sebelumnya juga pernah diberitakan JP pada April 2026, ketika warga mempertanyakan aspek lingkungan dan sosialisasi sebelum pembangunan usaha.
Namun, hingga berita ini ditulis, JP belum memperoleh informasi terbaru mengenai perkembangan pengurusan dokumen lingkungan atau perizinan terkait usaha tersebut. Karena itu, persoalan tersebut tidak dapat disimpulkan sebagai belum atau tidak adanya dokumen lingkungan tanpa adanya konfirmasi dan data terbaru dari pihak terkait.
Baca Juga:35 Tahun Hilang Kontak, Pekerja Migran Asal Hulubanteng Segera Kembali ke Pelukan KeluargaBlangkar IGD RSD Gunung Jati Cirebon Nyaris Ludes Diserbu Pasien Anak
Keluhan terbaru warga saat ini lebih menitikberatkan pada kebisingan mesin produksi dan harapan agar pengelola memasang peredam suara. (crd)
