35 Tahun Hilang Kontak, Pekerja Migran Asal Hulubanteng Segera Kembali ke Pelukan Keluarga

35 tahun PMI asal Hulubanteng tak ada kabar
Abdul Rohim, Warga Desa Hulubanteng yang diberi kabar oleh KJRI Arab Saudi bahwa ibunya ditemukan sejak hilang kontak tahun 1991, Senin (28/9/2026).
0 Komentar

KABUPATEN CIREBON – Waktu seolah berhenti bagi keluarga Abdul Rohim di Desa Hulubanteng, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Cirebon, tatkala sang ibu meninggalkan rumah demi mencari nafkah di tanah rantau pada tahun 1991. Siapa sangka, kepergian Jaeni Tirya Sakrim sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) berujung pada penantian panjang tanpa kabar selama lebih dari tiga dekade.

Kini, penantian sunyi itu bertransformasi menjadi isak tangis kebahagiaan. Setelah hilang kontak selama 35 tahun, Jaeni akhirnya berhasil ditemukan di Arab Saudi dan bersiap pulang untuk merajut kembali rajutan kasih sayang keluarga yang sempat terputus oleh ruang dan waktu.

Kisah mengharukan ini bermula ketika Jaeni berangkat ke Arab Saudi sebagai Asisten Rumah Tangga (ART) pada tahun 1991 silam. Kala itu, Abdul Rohim—salah satu dari tiga buah hati Jaeni—masih berusia sangat belia, yakni tiga tahun. Hubungan komunikasi antara perantau dan keluarga di kampung halaman awalnya berjalan normal dalam tiga tahun pertama. Namun, petaka komunikasi mulai terjadi pada tahun 1994, di mana saluran penghubung terputus total dan membuat keberadaan Jaeni seolah ditelan bumi.

Baca Juga:Blangkar IGD RSD Gunung Jati Cirebon Nyaris Ludes Diserbu Pasien AnakAsap Pekat Selimuti Ruang ICU RSUD Bekasi, Puluhan Pasien Kritis Dievakuasi ke Halaman Terbuka

Hingga akhirnya, Abdul Rohim mendapat kabar melalui jalur resmi pemerintahan desa dan perwakilan diplomatik Indonesia. Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Arab Saudi memberikan informasi krusial bahwa ada seorang warga asal Cirebon yang tengah berupaya mencari sanak saudaranya di kampung halaman.

“Pertama dikabarin itu oleh KJRI melalui Pemerintah desa bahwa ada PMI di arab mencari keluarganya, ” ujar Abdul Rohim saat ditemui media di rumahnya.

Proses verifikasi ketat pun langsung dijalankan oleh pihak berwenang dengan mencocokkan identitas, nama anak, hingga rekam jejak data keluarga. Setelah melalui serangkaian pencocokan data yang akurat, petunjuk tersebut bermuara pada keluarga besar Jaeni di Desa Hulubanteng.

Titik balik emosional terjadi saat proses video call (panggilan video) diselenggarakan. Wajah ibunda yang selama puluhan tahun hanya membayang dalam angan-angan dan lembaran kenangan usang, akhirnya muncul secara nyata di layar telepon genggam. Suasana haru biru langsung menyelimuti kediaman keluarga, terkhusus bagi ketiga anak Jaeni yang kini telah tumbuh dewasa serta membangun rumah tangga masing-masing.

0 Komentar