Berdasarkan cerita Abdul Rohim, bahwa ibunya selama berpuluh-puluh tahun tanpa kabar, dan belakangan diketahui bahwa ibunya ternyata masih bertahan hidup dan bekerja pada majikan yang sama sejak pertama kali menginjakkan kaki di Arab Saudi pada 1991.
“Benar itu ibu saya, sudah 35 tahun tanpa kabar, setelah mendapat informasi dari KJRI, kami sekeluarga bisa terhubung melalui video call,” ungkapnya.
Bagi Abdul Rohim, kabar penemuan sang ibunda merupakan jawaban atas doa-doa panjang yang dipanjatkan keluarganya. Dari seorang bocah berusia tiga tahun yang kehilangan dekapan hangat ibu, Abdul kini telah dewasa. Kepulangan sang ibu nantinya bukan sekadar pelepas rindu, melainkan momen perkenalan perdana Jaeni dengan kelima orang cucu yang selama ini belum pernah ia jumpai secara langsung.
Baca Juga:Blangkar IGD RSD Gunung Jati Cirebon Nyaris Ludes Diserbu Pasien AnakAsap Pekat Selimuti Ruang ICU RSUD Bekasi, Puluhan Pasien Kritis Dievakuasi ke Halaman Terbuka
“Waktu saya ditinggal itu masih usia 3 tahun, saya lahir tahun 1988, dan ibu saya berangkat ke Saudi tahun 1991,” sambung Abdul Rohim.
Rencananya, Jaeni Tirya Sakrim akan menginjakkan kembali kaki di tanah kelahiran pada momen Idulfitri mendatang, setelah merampungkan seluruh kewajiban pekerjaannya di Arab Saudi.
“Kami bahagia sekali tentunya, meski ibu belum bisa pulang saat ini, karena harus menyelesaikan kewajibannya di Saudi. Katanya setelah lebaran idul Fitri mendatang ibu akan pulang,” pungkasnya.
Di penghujung hari, keluarga kini hanya memanjatkan satu asa: agar proses kepulangan sang ibu berjalan lancar, sehat, dan selamat hingga tiba di pelukan sanak saudara di Cirebon, menuntaskan rindu yang tertunda selama setengah abad kurang seperempat. (tim/jp)
