Lahan Kosong Terbakar, Pasien RSD Sidawangi Cirebon Dievakuasi Dramatis

Kebakaran dekat RSD Sidawangi
Lahan kosong dekat RSD Sidawangi terbakar sehingga menimbulkan kepanikan, Senin (28/9/2026)
0 Komentar

CIREBON — Kepanikan seketika melanda area Rumah Sakit Daerah (RSD) Sidawangi, Kabupaten Cirebon, tatkala lidah api mendadak melahap lahan kosong di sekitar kompleks fasilitas kesehatan tersebut pada Senin (28/9/2026). Situasi yang semula berjalan normal berubah menjadi instan siaga tinggi ketika kepulan asap pekat mulai merangsek mendekati bangsal perawatan pasien.

Ancaman nyata dari kobaran api yang kian mendekati zona medis memaksa pihak manajemen rumah sakit bergerak cepat. Mengutamakan keselamatan jiwa di atas segalanya, prosedur evakuasi darurat langsung diaktifkan guna menghindari risiko terburuk bagi para pasien yang tengah terbaring lemah.

Insiden yang bermunculan di beberapa titik lahan kosong ini diduga kian cepat merembes akibat dipicu oleh kombinasi cuaca terik serta tiupan angin kencang. Berdasarkan identifikasi petugas di lapangan, dua titik api utama terpantau membara sangat dekat dengan area depan Ruang Dahlia dan Ruang Cempaka, dua bangsal yang saat itu diisi oleh pasien rawat inap.

Baca Juga:35 Tahun Hilang Kontak, Pekerja Migran Asal Hulubanteng Segera Kembali ke Pelukan KeluargaBlangkar IGD RSD Gunung Jati Cirebon Nyaris Ludes Diserbu Pasien Anak

Kasubag Umum, Kepegawaian dan Kehumasan RSD Sidawangi, Ruslan, menegaskan bahwa langkah evakuasi yang diambil merupakan wujud kepatuhan mutlak terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) keselamatan pasien. Pihaknya tidak ingin mengambil risiko sekecil apa pun terhadap kesehatan pasien, terutama dari ancaman isapan asap kebakaran yang berpotensi memperburuk kondisi pernapasan mereka.

“Begitu menerima laporan, sesuai SOP kami langsung mengutamakan keselamatan pasien. Pasien dievakuasi untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diharapkan, termasuk dampak asap,” ujar Ruslan saat memberikan keterangan.

Di balik ketegangan evakuasi tersebut, respons taktis juga ditunjukkan oleh satuan pengamanan internal rumah sakit. Selain memprioritaskan pemindahan manusia, petugas dengan sigap mengamankan aset-aset vital instansi serta mengoptimalkan penggunaan sarana proteksi kebakaran mandiri, termasuk mengaktifkan jaringan hidran air yang tersedia di sekitar lokasi.

Perluasan perspektif penanganan darurat ini menunjukkan bagaimana ketahanan infrastruktur fasilitas pelayanan publik diuji di tengah cuaca ekstrem. Kombinasi antara kesigapan mitigasi bencana internal dan ketersediaan perangkat pemadam dini terbukti menjadi kunci utama dalam meredam eskalasi krisis sebelum api benar-benar menjangkau bangunan utama medis.

0 Komentar