Dalam kunjungannya, Mu’ti menyaksikan antusiasme tinggi dari para peserta didik yang menyantap hidangan dengan penuh kegembiraan. Menurutnya, menu yang disajikan tidak hanya memenuhi standar kebersihan, tetapi juga higienis dan sesuai dengan harapan gizi anak sekolah.
“Anak-anak semangat menikmati sarapan yang disediakan. Insya Allah makanannya sehat dan sesuai harapan, bersih,” ujar Abdul Mu’ti saat memberikan keterangan.
Lebih lanjut, program prioritas ini tercatat telah diterapkan secara konsisten di SDN 1 Kedungjaya selama kurun waktu dua tahun terakhir dan mendapat sambutan positif serta penerimaan yang sangat baik dari para siswa.
Baca Juga:Polisi Dalami Kasus Tewasnya Istri Dokter di Babakan dengan Scientific InvestigationPolda Jabar dan Mabes Polri Intensifkan Penyelidikan Kematian Istri Dokter, Pemdes Imbau Warga Tidak Spekulasi
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 1 Kedungjaya yang telah berjalan selama dua tahun mendapat sambutan positif serta antusiasme tinggi dari para siswa. Dalam peninjauannya, Abdul Mu’ti memastikan bahwa kualitas menu yang disajikan telah memenuhi standar gizi seimbang dan higienis.
“Pesan saya untuk mengecek kesesuaian menu yang diadakan dengan standar. Alhamdulillah, tadi yang saya lihat juga menunya sesuai dengan standar, ada sayurannya, ada proteinnya,” ujar Abdul Mu’ti, seraya mengingatkan pihak terkait agar terus mengawal standar kelayakan makanan tersebut.
Di sisi lain, proyek rehabilitasi infrastruktur SDN 1 Kedungjaya di Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, saat ini telah menunjukkan progres pembangunan hingga mencapai 40 persen. Pengerjaan fisik ini mencakup 12 ruang kelas, dua ruang administrasi, satu perpustakaan, serta sembilan unit toilet.
Proyek strategis ini dikerjakan melalui sistem swakelola yang melibatkan kepala sekolah, partisipasi masyarakat sekitar, dan panitia pembangunan. Model pelibatan warga lokal ini diharapkan mampu mempercepat kelancaran pengerjaan sekaligus memastikan fasilitas pendidikan yang memadai dapat segera dimanfaatkan kembali secara optimal.
Selain perbaikan fisik gedung, program ini juga diharapkan menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk memperkuat sistem pengawasan berkala terhadap pemeliharaan aset sekolah. Sinergi yang solid antara pemerintah pusat, daerah, serta pihak sekolah sangat dibutuhkan agar proses pengerjaan rehabilitasi 82 SD tersebut dapat rampung tepat waktu, akuntabel, serta memiliki standar konstruksi yang kokoh dan berkelanjutan. (red/dbs)
