CIREBON — Semangat kebersamaan lintas elemen masyarakat Cirebon kembali bergemuruh menyongsong salah satu agenda akbar tahunan di Kota Wali. Haul Agung Kanjeng Sinuhun Sunan Gunung Jati (Syekh Syarif Hidayatullah) dipastikan akan segera dihelat pada akhir pekan ini, tepatnya Sabtu, 19 September 2026, bertempat di Masjid Syarif Abdurachman yang terletak di kompleks makam Sunan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon.
Penyelenggaraan tahun ini mengusung tema besar yang sarat makna, yakni “Merawat Pusaka, Menebar Kemaslahatan, dan Membangun Kehidupan Umat yang Lebih Baik.” Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, panitia berkomitmen agar peringatan haul tidak sekadar berhenti sebagai ritual seremonial dan spiritual belaka, melainkan menjadi momentum strategis untuk merevitalisasi nilai-nilai perjuangan Sunan Gunung Jati agar aplikatif dalam dinamika kehidupan modern. Nilai-nilai luhur tersebut diharapkan mampu merambah ke berbagai sektor, mulai dari sosial, budaya, ekonomi, politik, hingga tatanan kehidupan keagamaan.
Ketua Tim Perumus Penyelenggaraan Haul Agung Kanjeng Sinuhun Sunan Gunung Jati, KH Abdul Hayyi, mengungkapkan bahwa rangkaian acara besar ini dirancang secara sistematis melalui tiga tahapan program utama, yakni jangka pendek, menengah, hingga jangka panjang.
Baca Juga:DPUTR Genjot Perbaikan Infrastruktur Jalan di Cirebon Timur, Ruas Dompyong – Gembongan Segera DicorGebrakan Baru Pemprov Jabar: Live Bursa Kerja KDM di TikTok Diserbu Ratusan Ribu Pencari Kerja
“Jangka pendek ingin memantik dan memotivasi bahwa haul ini adalah haul kita semua, oleh kita semua,” ujar KH Abdul Hayyi saat memberikan keterangan, Rabu,(16/9/2026).
Lebih lanjut, KH Abdul Hayyi menjelaskan bahwa gaung pelaksanaan haul tahun ini terasa istimewa lantaran berhasil merangkul dan melibatkan sedikitnya sembilan elemen masyarakat yang berbeda. Keterlibatan lintas kelompok serta elemen kultural ini dipandang sebagai fondasi krusial dalam mewujudkan gagasan besar bahwa Haul Agung Sunan Gunung Jati merupakan milik seluruh lapisan masyarakat, bukan hanya kelompok atau golongan tertentu.
KH Abdul Hayyi mengatakan bahwa sembilan elemen yang dimaksud adalah:1. Kiai, pesantren, dan gugus-gugus pesantren.2. Elemen keraton beserta jejaringnya, baik di wilayah Cirebon maupun luar Cirebon.3. Ilmuwan dan cendekiawan.4. Budayawan, seniman, dan sejarawan.5. Keturunan Sunan Gunung Jati, baik yang tinggal di Cirebon, berbagai daerah di Indonesia, maupun luar negeri.6. Para pengambil kebijakan, baik eksekutif, legislatif, maupun yudikatif di tingkat kabupaten dan kota.7. Tokoh lintas agama, daerah, etnik, dan suku bangsa.8. Pengusaha dan masyarakat luas yang memiliki keterkaitan dengan Syekh Syarif Hidayatullah.9. Tokoh masyarakat dan seluruh lapisan masyarakat dari berbagai latar belakang agama, etnik, budaya, dan profesi.
