KAB. CIREBON — Pagi yang tenang di kawasan permukiman padat mendadak berubah mencekam ketika si jago merah mengamuk dan melahap bangunan rumah warga. Sebuah rumah milik keluarga almarhum Durahim dan Sarki yang dihuni oleh seorang janda beserta anak-anaknya di Dusun 04 RT 002 RW 004, Desa Sumber Lor, Kecamatan Babakan, Kabupaten Cirebon, hangus terbakar pada Rabu pagi, 16 September 2026.
Peristiwa nahas yang terjadi sekitar pukul 07.30 WIB tersebut sontak membuat warga sekitar panik dan berhamburan keluar rumah untuk memberikan pertolongan darurat. Kobaran api yang dengan cepat membesar diduga bersumber dari adanya korsleting atau hubungan arus pendek listrik yang bermula dari bagian kamar depan rumah. Besarnya jilatan api membuat sebagian besar bangunan beserta isinya sulit untuk diselamatkan.
Kapolsek Babakan, AKP Sugiharto, SH, membenarkan adanya insiden kebakaran yang menimpa keluarga di Desa Sumber Lor tersebut. Begitu menerima laporan dari masyarakat, jajaran kepolisian langsung bergerak cepat menuju tempat kejadian perkara (TKP) guna melakukan pengamanan sekaligus berkoordinasi dengan instansi terkait.
Baca Juga:Haul Agung Sunan Gunung Jati Digelar Akhir Pekan Ini, 9 Elemen Masyarakat BersatuDPUTR Genjot Perbaikan Infrastruktur Jalan di Cirebon Timur, Ruas Dompyong – Gembongan Segera Dicor
“Api diduga berasal dari korsleting listrik di kamar depan,” ujar AKP Sugiharto, menjelaskan pemicu awal musibah tersebut.
Lebih lanjut, AKP Sugiharto menerangkan bahwa proses pemadaman berlangsung intensif berkat kerja sama sigap antara aparat kepolisian, Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Ciledug, Koramil wilayah Babakan-Gebang, serta pihak PLN. Berkat kesigapan tim gabungan di lapangan, amukan api akhirnya berhasil dijinakkan dan dipadamkan sepenuhnya sekitar satu jam kemudian, tepatnya pada pukul 08.30 WIB, sehingga tidak merembet ke bangunan rumah warga lainnya di sekitar lokasi.
Meskipun dipastikan tidak ada korban jiwa dalam musibah kebakaran ini, dampak material yang ditinggalkan cukup besar. Kerugian akibat hangusnya rumah beserta harta benda di dalamnya ditaksir mencapai angka sekitar Rp100 juta.
“Anggota langsung mengecek TKP dan berkoordinasi dengan Damkar serta PLN,” imbuh AKP Sugiharto di sela-sela memimpin penanganan di lokasi kejadian, seraya menambahkan bahwa sejumlah saksi mata juga telah dimintai keterangan guna melengkapi data penyelidikan insiden tersebut.
Saat ini, di tengah ujian berat yang menimpa keluarga korban, pihak pemerintah desa bersama warga setempat turut memberikan perhatian khusus guna membantu proses evakuasi serta tempat pengungsian sementara bagi para penghuni rumah yang terdampak. (red/jp)
