Haul Agung Sunan Gunung Jati Digelar Akhir Pekan Ini, 9 Elemen Masyarakat Bersatu

Haul Agung Sunan Gunung Jati
Tim JP bersama Ketua Tim Perumus Penyelenggaraan Haul Agung Kanjeng Sinuhun Sunan Gunung Jati, KH Abdul Hayyi, beberapa waktu lalu.
0 Komentar

Menurutnya, ajaran Sunan Gunung Jati tidak hanya menekankan aspek spiritual, tetapi juga harus diwujudkan dalam kehidupan nyata—terutama melalui kepedulian terhadap fakir miskin dan anak yatim. Karena itu, nilai-nilai luhur sang wali diharapkan mampu hadir dan memberi dampak positif dalam berbagai bidang, mulai dari sosial, ekonomi, politik, hingga budaya. Atas dasar itu, agenda haul ini bisa menjadi ruang bersama dalam rangka membangun kehidupan umat yang lebih baik.

“Spirit beragama tidak boleh melepaskan kehidupan ideologi, politik, sosial, dan budaya. Semuanya harus dikombinasikan, Haul ini Milik kita semua, oleh kita semua, dari kita semua. Dan hanya ada satu Haul Agung Syekh Syarif Hidayatullah,” tegasnya.

Sebagai landasan jangka panjang, tim perumus berencana mendorong para pemangku kebijakan untuk menerbitkan regulasi resmi—seperti peraturan daerah (perda), peraturan bupati (perbup), atau peraturan wali kota (perwali)—sebagai payung hukum penyelenggaraan Haul Agung. Menurut KH Abdul Hayyi, substansi aturan di setiap daerah ini nantinya diharapkan memiliki semangat yang sama dengan tetap menyesuaikan karakteristik wilayah masing-masing.

Baca Juga:DPUTR Genjot Perbaikan Infrastruktur Jalan di Cirebon Timur, Ruas Dompyong – Gembongan Segera DicorGebrakan Baru Pemprov Jabar: Live Bursa Kerja KDM di TikTok Diserbu Ratusan Ribu Pencari Kerja

“Marwahnya sama, tapi kebijakan perbup-perwalinya berbeda. Samanya adalah dari komponen sembilan tadi. Salah satu poin penting yang ingin dibangun adalah kesepahaman bahwa Haul Agung Sunan Gunung Jati hanya satu,” tuturnya.

Ia menambahkan, gagasan tersebut perlu dirumuskan berdasarkan fakta sejarah, manuskrip, serta berbagai referensi yang dapat dipertanggungjawabkan.Dalam pelaksanaannya, tim perumus turut menggandeng pemerintah daerah melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Secara lebih luas, agenda

Haul Agung ini memiliki empat tujuan utama:• Menyatukan pemahaman tentang Haul Agung secara permanen.• Mendorong pembinaan kehidupan beragama di wilayah Ciayumajakuning melalui penguatan ukhuwah basyariyah, insaniyah, dan wathaniyah.• Membangun ukhuwah bathiniyah untuk menjaga ikatan batin dengan titisan Syekh Syarif Hidayatullah.• Menggerakkan perekonomian masyarakat guna mewujudkan kesejahteraan dan keadilan.

Aspek ekonomi ini menjadi fokus penting, sebab Haul Agung diproyeksikan tidak sekadar menjadi kegiatan keagamaan, tetapi juga ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan sektor usaha dan perekonomian.

0 Komentar