CIREBON – Sektor pertanian di Kabupaten Cirebon kini tengah menatap babak baru dalam upaya mendongkrak produktivitas pangan nasional. Para petani di Desa Jatirenggang, Kecamatan Pabuaran, mulai menerapkan inovasi teknologi melalui metode Tanam Benih Langsung (Tabela) yang dikemas dalam program Pertanian Modern–Advanced Agricultural System (PM-AAS).
​Langkah strategis ini bukan sekadar pergantian teknik tanam, melainkan ambisi untuk mengoptimalkan lahan pertanian seluas lebih dari 150 hektare di desa tersebut. Jika selama ini petani hanya mampu melakukan siklus tiga kali panen dalam satu tahun, penerapan teknologi Tabela diharapkan mampu memacu indeks pertanaman (IP) hingga mencapai empat kali dalam setahun.
​Kuwu Desa Jatirenggang, Sutisna, menjelaskan bahwa metode Tabela menawarkan efisiensi yang signifikan dibandingkan sistem konvensional. Dalam pola tanam tradisional, petani harus melewati tahapan persemaian bibit yang menyita waktu dan tenaga sebelum dipindahkan ke lahan utama. Sebaliknya, melalui Tabela, benih langsung ditanam di lahan persawahan tanpa perlu proses pindah tanam.
Baca Juga:DPR dan Pemerintah Rampungkan Formulasi Status Guru PPPK, Jalan Menuju PNS Terbuka di 2027Tingkatkan Integritas Aparatur, BNN Kuningan Gencarkan Tes Urine ASN
​“Kami optimistis Tabela menjadi kunci peningkatan produktivitas. Dengan memotong mata rantai proses yang panjang, kita berupaya mendongkrak output panen dari tiga kali menjadi empat kali dalam setahun,” ujar Sutisna, Rabu (19/8/2026).
​Selain potensi peningkatan frekuensi panen, teknologi ini dinilai lebih ekonomis. Sutisna menambahkan bahwa metode tanam benih langsung mampu memangkas biaya operasional, khususnya terkait kebutuhan tenaga kerja, sekaligus menjadikan penggunaan air di lahan persawahan menjadi lebih efisien dan terukur.
​Saat ini, uji coba penerapan PM-AAS melalui metode Tabela di Desa Jatirenggang telah memasuki usia 21 hari. Keberhasilan inovasi ini diproyeksikan tidak hanya menjadi solusi bagi petani lokal dalam menghadapi tantangan efisiensi, tetapi juga diharapkan mampu menjadi model percontohan bagi pengembangan pertanian modern di wilayah Kabupaten Cirebon lainnya. (rif/dbs)
