Menuju Kemandirian Pertahanan Nasional: Bandara Kertajati Disiapkan Jadi Pusat Perawatan Pesawat Tempur TNI AU

BIJB Kertajati sebagai fasilitas MRO dan bengkel pesawat tempur militer
Kementerian Pertahanan (Kemhan) secara resmi mencanangkan pengembangan fasilitas Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) dan Bengkel perawatan pesawat militer TNI di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka.
0 Komentar

JAKARTA – Pemerintah terus memperkuat fondasi industri pertahanan dalam negeri demi mencapai kemandirian alutsista yang mumpuni. Kementerian Pertahanan (Kemhan) secara resmi mencanangkan pengembangan fasilitas Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka, tidak hanya sebagai pusat perawatan pesawat angkut, tetapi juga diproyeksikan menjadi bengkel utama pemeliharaan pesawat tempur TNI Angkatan Udara (TNI AU).

Langkah strategis ini merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan seluruh proses perawatan alat utama sistem senjata (alutsista) strategis dapat dilakukan secara mandiri di dalam negeri. Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan bahwa optimalisasi fasilitas di Kertajati ini dirancang untuk menjawab kebutuhan logistik dan operasional matra udara yang semakin berkembang.

“Kertajati ini akan kita gunakan untuk kepentingan pemeliharaan, kemudian juga kita gunakan untuk sebagai pangkalan penyimpanan pesawat baik itu transport maupun pesawat tempur. Karena ke depan kita akan mendapatkan jumlah pesawat transportasi dan juga pesawat tempur yang lebih besar,” ujar Menhan Sjafrie Sjamsoeddin saat memberikan keterangan di Tangerang.

Baca Juga:Langkah Strategis Konsolidasi Perbankan: Merger Dua BPR Milik Pemkab Cirebon Masuk Tahap Kajian OJKPemerintah Usulkan Biaya Haji 2027 Tembus Rp107,3 Juta, Jamin Beban Jemaah Tetap Terkendali

Menhan Sjafrie menambahkan, kebijakan tersebut diambil agar Indonesia tidak lagi bergantung secara penuh pada pihak asing dalam hal pemeliharaan maupun peremajaan teknologi pesawat militer. Pemerintah juga berkomitmen untuk memaksimalkan potensi sumber daya manusia (SDM) lokal dalam mengelola teknologi dirgantara militer yang canggih.

“Kita berupaya pengembangan kekuatan pertahanan ini kita tingkatkan dengan menggunakan kemampuan dari awak teknis yang berasal dari putra-putri bangsa Indonesia sendiri,” tambah Sjafrie.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Informasi Pertahanan Kemhan RI, Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Sirait, menjelaskan bahwa proyeksi MRO pesawat tempur di Kertajati merupakan bagian dari visi jangka panjang pertahanan nasional. Saat ini, pemerintah masih memfokuskan tahap pembangunan Kertajati sebagai pusat MRO pesawat angkut berat seperti Hercules untuk kawasan Asia, sebelum secara bertahap memperluas kapabilitasnya untuk armada tempur.

“Kertajati untuk pesawat tempur ini masih merupakan arah pengembangan ke depan, sehingga belum pada tahap penetapan jenis pesawat atau skema MRO-nya,” jelas Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait.

0 Komentar