BANDUNG – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di tingkat Provinsi Jawa Barat tahun ini membawa catatan reflektif yang cukup tajam. Di balik khidmatnya upacara yang untuk pertama kalinya digelar di halaman Gedung Sate, Bandung, Senin (17/8/2026), Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyampaikan fakta ironis terkait kondisi infrastruktur dasar di wilayahnya.
​Dalam amanatnya sebagai inspektur upacara, Dedi Mulyadi secara terbuka menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Jawa Barat. Ia mengakui bahwa hingga perayaan kemerdekaan ke-81 ini, masih terdapat lebih dari 80.000 warga di Jawa Barat yang belum menikmati akses listrik.
​Dedi menilai, kondisi ini merupakan sebuah ironi besar. Pasalnya, Jawa Barat dikenal sebagai salah satu daerah penyokong energi utama di Indonesia, yang memiliki sejumlah pembangkit listrik vital seperti Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Waduk Cirata dan Waduk Jatiluhur, serta potensi energi panas bumi yang melimpah.
Baca Juga:353 Siswa Keracunan MBG di Berastagi, Kepala BGN Ancam Pecat Tidak Hormat Kepala SPPGIndonesia Rayakan HUT ke-81: Dari Khidmatnya Doa untuk Korban Bencana hingga Kehadiran Tokoh Bangsa di Istana
​”Masih ada 80.000 lebih rakyat Jawa Barat yang belum teraliri listrik,” ujar Dedi dalam pidatonya.
​Lebih lanjut, Dedi menegaskan bahwa makna kemerdekaan tidak boleh hanya berhenti pada seremoni upacara atau perayaan semata. Baginya, kemerdekaan sejati harus menyentuh sendi-sendi kehidupan masyarakat yang paling mendasar. Ia menekankan bahwa pemerintah wajib menjamin pemenuhan hak-hak dasar warga, mulai dari akses listrik, kualitas pendidikan, layanan kesehatan, hingga terbukanya kesempatan kerja yang luas.
​Upacara di halaman Gedung Sate kali ini terasa lebih istimewa karena masyarakat diberikan ruang untuk menyaksikan jalannya prosesi dari jarak yang lebih dekat, sebuah upaya untuk mendekatkan pemerintah dengan rakyatnya. Namun, pernyataan Dedi mengenai disparitas akses energi menjadi pengingat bagi seluruh pemangku kepentingan bahwa tugas besar untuk menuntaskan pemerataan pembangunan di Jawa Barat masih terus berjalan. (red/dbs)
