353 Siswa Keracunan MBG di Berastagi, Kepala BGN Ancam Pecat Tidak Hormat Kepala SPPG

Sudaryono.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono
0 Komentar

JABARPUBLIHSHER.COM – Kabar memprihatinkan datang dari Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Ratusan siswa dilaporkan mengalami keracunan setelah menyantap makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG)—program unggulan yang seharusnya menyehatkan, justru menjadi mimpi buruk.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, bergerak cepat. Ia mengancam akan memecat dengan tidak hormat Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan pihak-pihak lain yang terbukti lalai dalam insiden ini.

“Ini peringatan keras. Sanksi bagi pihak yang terbukti lalai tidak hanya berupa pencopotan dari jabatan. Khusus Kepala SPPG yang berstatus ASN, pemecatan tidak dengan hormat melalui Badan Kepegawaian Negara (BKN),” tegas Sudaryono dalam keterangan resmi, Senin (17/8/2026).

Kronologi Keracunan Massal di Berastagi

Baca Juga:Indonesia Rayakan HUT ke-81: Dari Khidmatnya Doa untuk Korban Bencana hingga Kehadiran Tokoh Bangsa di IstanaGempa M7,7 Guncang Flores NTT: Apa Itu Flores Back Arc Thrust dan Penyebabnya?

Insiden ini bermula pada Kamis (13/8/2026), ketika siswa dari SMA Negeri 1 Berastagi, SMA Bersama, dan SMK Negeri 1 Berastagi menyantap makanan dari program MBG. Tak lama setelah makan, puluhan siswa mulai mengeluhkan gejala berupa mual, muntah-muntah, pusing berat, hingga kondisi tubuh melemah.

Hingga Jumat (14/8/2026), jumlah korban melonjak menjadi 353 siswa yang harus mendapatkan perawatan medis di sejumlah fasilitas kesehatan, termasuk Rumah Sakit Efarina Berastagi, RSU Amanda Berastagi, Rumah Sakit Umum Kabanjahe, serta Puskesmas Berastagi.

Ancaman Tegas: Pemecatan Tidak Hormat hingga Proses Hukum

Sudaryono tidak main-main. Ia membuka kemungkinan untuk menyerahkan proses investigasi ke aparat penegak hukum guna mengusut dugaan kelalaian yang menyebabkan keracunan massal ini. “Ini juga peringatan bagi yang lain, harus ekstra hati-hati dan kerja dengan sebaik-baiknya. Kalau enggak bisa, kau mundur,” ucapnya dengan tegas.

Baginya, keamanan pangan dalam program MBG bukan sekadar soal operasional dapur. Ini menyangkut keselamatan dan nyawa manusia. “Jangan nyawa orang jadi permainan. Kalau enggak mampu jadi kepala dapur, kalau enggak mampu jadi chef, kalau enggak mampu jadi petugas di situ, kau mundur aja. Karena nyawa seseorang enggak bisa dipertaruhkan,” tuturnya.

Investigasi Internal dan Evaluasi SOP Menyeluruh

Selain ancaman sanksi, Sudaryono juga memerintahkan seluruh kepala dapur, petugas, dan penanggung jawab SPPG di seluruh Indonesia untuk memastikan prosedur operasional standar (SOP) dijalankan dengan ketat. Tim BGN akan melakukan investigasi internal untuk mencari akar masalah, mengevaluasi SOP dapur MBG di seluruh Indonesia, serta menegakkan sanksi tegas bagi yang terbukti lalai. Jika ditemukan unsur pidana, kasus ini akan dilimpahkan ke aparat penegak hukum.

0 Komentar