CIREBON — Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Cirebon menyiapkan stok cadangan sekitar 49 ribu keping blangko Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP). Langkah strategis ini diambil guna memastikan kelancaran pelayanan administrasi kependudukan (adminduk) masyarakat tetap berjalan lancar tanpa terkendala potensi keterbatasan pasokan dari pemerintah pusat.
Penyediaan stok mandiri tersebut didasari oleh tingginya angka kebutuhan dokumen kependudukan di wilayah Kabupaten Cirebon yang terus meningkat setiap tahunnya. Tingginya permintaan dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari pencetakan e-KTP pemula bagi warga yang baru menginjak usia 17 tahun, penggantian kartu yang rusak atau hilang, hingga pembaruan data akibat perubahan status perkawinan maupun perceraian.
Kepala Disdukcapil Kabupaten Cirebon, Iman Supriyadi, menjelaskan bahwa alokasi pengadaan blangko e-KTP melalui skema hibah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) telah diinisiasi sejak tahun 2024. Kebijakan ini menjadi solusi proaktif dalam mengatasi ketidakpastian distribusi blangko dari tingkat nasional.
Baca Juga:Diduga Akibat Korsleting Listrik, Warung Makan di Pabedilan Cirebon Ludes Terbakar Tengah MalamPiala Presiden 2026: Jelang Persib vs Arema FC, Igor Tolic Berjanji akan Melakukan Ini untuk Bobotoh
“Alhamdulillah, sejak tahun 2024 kami sudah mengalokasikan hibah blangko. Kalau hanya mengandalkan pasokan dari pemerintah pusat, terkadang jumlahnya belum mencukupi kebutuhan di daerah. Makanya kami menyiapkan blangko hibah ini sebagai cadangan,” ujar Iman Supriyadi dalam keterangannya.
Iman menambahkan, pada tahun-tahun sebelumnya pemerintah daerah mengalokasikan anggaran sekitar Rp1 miliar per tahun untuk pengadaan blangko. Sementara untuk tahun anggaran 2026, anggaran yang dikucurkan sebesar Rp500 juta. Dari dana tersebut, pihaknya berhasil mengamankan sekitar 49 ribu keping blangko e-KTP.
Keberadaan ketersediaan stok cadangan ini dinilai sangat vital untuk menjaga keandalan pencetakan e-KTP di seluruh titik pelayanan, khususnya saat terjadi lonjakan pemohon di momen-momen tertentu. Pihak Disdukcapil pun memastikan pelayanan adminduk bagi masyarakat Kabupaten Cirebon dapat terus diakses secara optimal, cepat, dan tanpa hambatan kelangkaan material. (rif/dbs)
